OTOMOTIFMEDIA.COM – Hyundai Motors Indonesia akhirnya buka suara terkait keluhan konsumen yang disampaikan Aa Juju setelah membeli Hyundai Ioniq 5 secara tunai.
Keluhan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah Aa Juju membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @makanlurr.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang dialaminya, mulai dari mobil tidak dapat menyala, gangguan head unit, kendala pengisian daya, hingga informasi mengenai parkir paralel.
Dalam unggahannya, Aa Juju juga mempertanyakan komunikasi dengan pihak sales yang dinilai kurang memberikan informasi secara lengkap terkait kendaraan yang dibelinya.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah informasi mengenai parkir paralel.
Aa Juju mempertanyakan mengapa dirinya tidak mendapatkan penjelasan yang dianggap memadai sejak awal pembelian mengenai kondisi tersebut.
Keluhan itu kemudian turut disampaikan kepada Hyundai Motors Indonesia melalui kanal komunikasi digital.
Hyundai Minta Maaf dan Lakukan Penelusuran
Menanggapi persoalan tersebut, Hyundai Motors Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
General Manager Brand Interactive PT Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, mengatakan pihaknya telah menerima masukan dari Aa Juju dan saat ini melakukan penanganan serta investigasi secara menyeluruh.
“Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales & aftersales kami," ujarnya saat dihubungi Otomotifmedia, Kamis, 20 Agustus 2026.
Rouli menegaskan, Hyundai Indonesia tidak mengabaikan keluhan tersebut. Perusahaan kini tengah menelusuri persoalan untuk menentukan langkah penyelesaian yang tepat bagi pelanggan.
“Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan,” kata Rouli menambahkan.
Selain persoalan produk dan layanan after sales, perhatian juga tertuju pada kemampuan tenaga penjual dalam memberikan informasi kepada konsumen sebelum kendaraan dibeli.
Menanggapi penilaian bahwa sales dalam kasus tersebut dianggap kurang kompeten dan kurang menguasai produk, Rouli menyebut Hyundai sebenarnya telah memiliki sistem dan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku mulai dari distributor hingga dealer.
Namun, kasus Aa Juju membuat Hyundai kembali melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem tersebut.
“Sistem dan SOP tentunya sudah ada dari distibutor hingga dealer. Kami lagi review lagi,” ucapnya memungkasi.







