OTOMOTIFMEDIA.COM – Regulator China menemukan ketidaksesuaian pada sampel Geely EX2 dan BYD Qin L DM-i dalam inspeksi kesesuaian produksi kendaraan energi baru tahunan 2025.
Temuannya berbeda, mulai dari jarak sumbu roda Geely EX2 yang berada di luar toleransi hingga konsumsi bahan bakar BYD Qin L DM-i yang melebihi angka katalog.
Temuan tersebut disampaikan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) bersama hasil pemeriksaan terhadap tujuh model kendaraan yang masuk dalam empat kategori ketidakpatuhan.
Namun, melansir laman Carnewschina, ada satu hal penting yang perlu digarisbawahi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap kendaraan sampel, sehingga temuan ini bukan berarti seluruh unit Geely EX2 maupun BYD Qin L DM-i mengalami masalah atau harus ditarik kembali.
Wheelbase Geely EX2 Melebihi Toleransi
Kasus pertama melibatkan Zhejiang Haoqing Automobile Manufacturing Co., Ltd. dengan kode model JL7001BEV71 yang mengacu pada Geely EX2.
Di pasar China, model tersebut dikenal sebagai Geely Xingyuan.
MIIT menemukan jarak sumbu roda kendaraan yang diperiksa berbeda dari angka yang tercantum dalam katalog kendaraan resmi hingga melewati batas toleransi 1 persen.
Regulator tidak membeberkan berapa hasil pengukuran wheelbase kendaraan tersebut maupun selisih pastinya dalam satuan milimeter.
Wheelbase sendiri merupakan salah satu dimensi resmi kendaraan yang tercantum dalam dokumen homologasi.
Karena itu, temuan Geely EX2 berkaitan dengan kesesuaian produksi terhadap data yang telah didaftarkan, bukan laporan mengenai performa kendaraan ataupun cacat keselamatan.
Temuan ini muncul ketika Geely EX2 juga tengah bersiap memperluas pasarnya.
Model tersebut dipasarkan di China dengan nama Xingyuan dan sebelumnya telah membuka pesanan untuk pasar Eropa.
BYD Qin L DM-i Disorot soal Konsumsi BBM
Berbeda dengan Geely, temuan pada BYD Qin L DM-i berkaitan dengan konsumsi bahan bakar.
Model dengan kode BYD7153WT6HEV tersebut diuji dalam mode Charge-Sustaining (CS).
Hasil pengujian menunjukkan konsumsi bahan bakarnya lebih tinggi dibandingkan angka yang tercantum BYD dalam katalog kendaraan regulasi.
MIIT tidak mengungkapkan angka konsumsi bahan bakar hasil pengujian maupun seberapa besar selisihnya.
Mode CS merupakan kondisi ketika baterai tegangan tinggi dipertahankan dalam rentang tingkat pengisian tertentu, sementara mesin pembakaran menjadi sumber energi utama kendaraan.
Dengan demikian, temuan tersebut secara spesifik berkaitan dengan konsumsi bahan bakar kendaraan dalam kondisi pengujian CS, bukan berarti sistem hybrid BYD Qin L DM-i secara keseluruhan mengalami kegagalan.
BYD Qin L DM-i sendiri merupakan plug-in hybrid yang menggunakan teknologi DM 5.0.
Versi terbaru model ini bahkan memiliki kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik hingga 210 km, berdasarkan klaim yang tercantum pada model pembaruannya.
MIIT Bisa Beri Sanksi Administratif
Menindaklanjuti temuan tersebut, MIIT menyatakan dapat mengambil tindakan sesuai tingkat keparahan pelanggaran kesesuaian produksi.
Langkah yang tersedia antara lain meminta produsen melakukan perbaikan, menangguhkan atau mencabut entri katalog produk tertentu, hingga menghentikan sementara transmisi elektronik informasi sertifikat kesesuaian.
Namun, dalam pemberitahuan yang dipublikasikan, MIIT tidak menjelaskan tindakan spesifik yang diberikan kepada Geely maupun BYD.
Regulator juga tidak menyatakan bahwa kedua produsen harus menghentikan produksi model yang terdampak.
Pemeriksaan ini datang tidak lama setelah China meluncurkan kampanye nasional untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian produksi kendaraan.
Pada 27 Agustus 2026, MIIT bersama Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup, serta Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar mengumumkan kampanye pengawasan selama satu tahun.
Program tersebut mencakup peningkatan inspeksi di lokasi, pengambilan sampel, serta pengujian kendaraan dan komponen utama.
MIIT juga meminta produsen memperketat kontrol kesesuaian produksi dan manajemen rantai pasokan serta dengan tegas menolak persaingan yang tidak rasional.
Penjualan Keduanya Mulai Melemah
Sorotan regulator datang ketika kedua model masih menjadi bagian penting dari pasar kendaraan China, meski performa penjualannya mulai melemah dibandingkan periode sebelumnya.
Geely Xingyuan atau EX2 mencatat penjualan 32.306 unit pada Juli 2026. Angka tersebut turun 3,2 persen dibandingkan Juni dan merosot 27 persen secara tahunan.
Padahal, penjualan model ini pernah mencapai 48.080 unit pada September 2025.
Sementara itu, BYD Qin L DM-i terjual 7.732 unit pada Juli 2026. Penjualan tersebut turun 22,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan anjlok 68,4 persen secara tahunan.
Sebagai pembanding, penjualan Qin L DM-i pada September 2025 masih mencapai 27.382 unit.
Dengan adanya pemeriksaan MIIT, produsen kini menghadapi tuntutan tambahan untuk memastikan data homologasi dan kondisi kendaraan produksi tetap sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan regulator.
Untuk konsumen, temuan ini juga perlu dibaca secara proporsional.
Pemeriksaan terhadap sampel kendaraan tidak otomatis berarti seluruh unit Geely EX2 atau BYD Qin L DM-i bermasalah, terlebih MIIT tidak menyebut adanya penarikan massal terhadap kedua model tersebut.







