Otomotifmedia.com - PT Jantra Swarna Indonesia Tbk., (KAQI) atau Jantra Kaki-Kaki resmi membuka cabang ke-24 di Kota Bogor, Jawa Barat.
Cabang baru ini bukan sekadar ekspansi, tapi sinyal bahwa bisnis kaki-kaki kendaraan kini masuk fase baru yang lebih modern, lebih lifestyle, dan lebih dekat dengan konsumen urban.
Bogor dipilih bukan tanpa alasan. Lalu lintas padat dan kondisi jalan yang variatif justru jadi “ladang emas” bagi spesialis kaki-kaki.
Tapi yang bikin beda, Jantra tidak hanya jual solusi teknis. Di cabang ini, pelanggan bisa menemukan live music, DJ, karaoke, hingga kursi pijat.
Di balik itu, strategi ekspansi mereka juga tergolong agresif. Tahun ini, target tujuh cabang baru dicanangkan, dengan Bandung Timur dan Surabaya Barat jadi target berikutnya. Kemudian dilanjutkan di Kudus dan Madiun.
Investasi per cabang pun tidak main-main, mencapai Rp5–7 miliar dengan durasi sewa lahan rata-rata 12 tahun. Namun, yang menarik, ekspansi ini masih ditopang dari kekuatan internal tanpa utang bank.
"Kami belum menggunakan utang bank. Sebagai perusahaan terbuka (TBK), kami mengoptimalkan instrumen pasar modal dan potensi investor strategis untuk menjaga rasio utang terhadap ekuitas (DER) tetap sehat," kata Direktur Utama KAQI Imam Sujono dalam keterangan resminya.
Tak berhenti di dalam negeri, Jantra juga mulai membuka pintu kolaborasi global dengan DK Association asal Jepang.
Kerja sama ini bukan sekadar branding, tapi berpotensi mengarah ke pengembangan teknologi kaki-kaki yang lebih advanced.
Terbuka potensi investasi dari pihak Jepang untuk akselerasi ekspansi dengan target hingga 100 cabang. Pertumbuhan bisnis di tahun ini ditargetkan berada di angka 10 persen.
KAQI optimistis dapat memimpin pasar spesialis kaki-kaki di Indonesia dengan berbagai strategi pemasaran, salah satunya adalah invasi ke sektor olahraga seperti event dayung/pedal.







