Otomotifmedia.com - Di dunia otomotif, performa sering jadi headline. Tapi di dunia fashion, terutama yang digambarkan dalam The Devil Wears Prada 2, yang lebih “berbicara” justru cara seseorang tiba.
Di titik inilah Mercedes-Maybach mengambil peran yang tak biasa. Bukan sekadar kendaraan layar lebar, tapi elemen penting yang membentuk karakter.
Dua puluh tahun setelah Mercedes-Benz muncul di film pertamanya, kini levelnya naik, lebih subtil, tapi jauh lebih kuat secara makna.
Yang jadi pusat perhatian tentu Mercedes-Maybach S-Class. Sedan ultra-mewah ini bukan hanya mengantar Miranda Priestly, tapi seolah menjadi ekstensi dari kepribadiannya, tenang, presisi, dan tak perlu banyak bicara untuk menunjukkan kuasa.
Vice President Digital & Communications and Investor Relations, Christina Schenck mengatakan bahwa The Devil Wears Prada 2 adalah panggung yang tepat bagi Mercedes-Maybach S-Class.
"Dua puluh tahun setelah film pertama, kami merayakan kembalinya kisah ini dengan kehadiran kendaraan yang sama kuatnya secara gaya dan karakter," kata Schenck dalam keterangan resminya.
Yang menarik, Maybach di film ini tidak ditempatkan sebagai objek visual semata. Ia menjadi ruang privat—tempat karakter utama “bernapas” di tengah tekanan dunia fashion yang serba cepat.
Kabin senyap, detail material premium, dan kenyamanan khas kursi belakang bukan sekadar fitur. Semua itu jadi bagian dari storytelling.
Lewat kampanye global The Art of Arrival, Mercedes-Maybach seperti ingin menggeser perspektif lama, bahwa perjalanan bukan hanya soal bergerak, tapi juga tentang bagaimana Anda hadir.
Konsep ini terasa relevan di film, di mana setiap kemunculan karakter membawa makna. Maybach hadir sebagai simbol—bahwa kekuatan tidak selalu tampil mencolok, tapi bisa terasa lewat detail.
"Kami sangat antusias berkolaborasi dengan Maybach, sebuah brand yang menggabungkan keahlian tanpa kompromi dengan kemewahan yang tak lekang oleh waktu,” ujar Lylle Breier, EVP Partnerships,
Promotions, Synergy & Events Disney.
Kalau biasanya mobil di film hanya jadi pelengkap, di sini Mercedes-Maybach bermain lebih jauh.
Mereka membangun ekosistem kampanye global, mulai dari konten digital, aktivasi media, hingga menghadirkan unit S-Class edisi khusus bertema film.
Menariknya lagi, brand ini juga menyelipkan lini lain seperti S-Class, GLE, G-Class listrik, hingga V-Class dan Sprinter.
Lewat kolaborasi ini, batas antara dunia film dan dunia nyata jadi semakin tipis. Mobil tak lagi hanya alat mobilitas, tapi bagian dari identitas.







