Hanya 5 yang Akan Bertahan! Bos Xpeng Bongkar Masa Depan Industri EV China

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Rabu, 06 Mei 2026 13:09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hanya 5 yang Akan Bertahan! Bos Xpeng Bongkar Masa Depan Industri EV China

Otomotifmedia.com - Industri kendaraan listrik China memasuki fase baru. Di tengah derasnya inovasi dan kompetisi, CEO Xpeng, He Xiaopeng, memprediksi hanya segelintir pemain yang akan bertahan dan mendominasi pasar dalam jangka panjang.

 

Dalam forum “Dialog” di China Central Television bersama CEO Nio, William Li, sebagaimana dilansir dari laman Carnewschina, He menyebut masa depan industri otomotif China akan dikuasai oleh lima produsen besar dengan pendapatan mencapai triliunan yuan dan laba ratusan miliar yuan.

 

Proyeksi ini bukan tanpa dasar. Untuk mencapai level tersebut, produsen diperkirakan harus menjual lebih dari 7 juta unit kendaraan per tahun.

 

Angka tersebut saat ini hanya mampu dicapai oleh segelintir raksasa global seperti Toyota, Volkswagen Group, hingga General Motors.

 

Meski tidak menyebutkan nama spesifik, peta saat ini menunjukkan beberapa kandidat kuat dari China seperti BYD, SAIC Motor, Geely, Chery, dan Great Wall Motors yang sudah memiliki skala bisnis besar.

 

Namun, di balik optimisme tersebut, He Xiaopeng juga menyoroti fenomena “involusi” di industri otomotif China, kondisi di mana persaingan terlalu padat tanpa diferensiasi signifikan. 

 

Ia menyinggung Beijing Auto Show 2026 sebagai contoh, di mana ratusan model baru diluncurkan dalam waktu bersamaan.

 

Menurutnya, industri baru akan memasuki fase yang lebih sehat ketika jumlah peluncuran model tidak lagi berlebihan dan kompetisi menjadi lebih terfokus.

 

Di sisi lain, diskusi juga menyentuh arah teknologi kendaraan listrik. He menilai teknologi EREV (Extended Range Electric Vehicle) masih relevan sebagai solusi transisi, mengingat ketimpangan infrastruktur energi global.

 

Pandangan ini berbeda dengan pendekatan Nio yang memilih fokus penuh pada BEV (Battery Electric Vehicle).

 

Secara performa, Xpeng sendiri mencatat penjualan global 94.693 unit sepanjang Januari–April 2026, turun sekitar 27,4 persen.

 

Penurunan ini tak lepas dari perlambatan pasar domestik akibat pengurangan subsidi kendaraan energi baru (NEV).

 

Meski begitu, Xpeng tetap agresif. Target penjualan hingga 600.000 unit pada 2026 masih dipertahankan, dengan peluncuran model baru seperti SUV full-size Xpeng GX sebagai amunisi utama.

 

Di tengah tekanan pasar, pernyataan He Xiaopeng menjadi sinyal kuat bahwa industri EV China sedang menuju fase seleksi alam.

 

Bukan lagi soal siapa yang paling cepat tumbuh, tetapi siapa yang mampu bertahan dan membangun skala global.

 

Berita Terkait

55 Tahun Toyota Indonesia Fokus Garap Baterai Mobil Listrik Bersama CATL EV Bisa Diandalkan untuk Mudik, BYD Hadirkan Posko Fast Charging di Sejumlah Lokasi 55 Tahun Toyota di Indonesia, Tawarkan Kendaraan Hybrid EV Terjangkau di IIMS 2026 5 Juta Kendaraan Nunggak Pajak, Bapenda Jabar Akan Razia Rumah Pemilik Kendaraan Industri Aftermarket di IMX 2026 dapat Suport Penuh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kota Bandung Event Honda DBL Banten Series 2025 Tuntas, Honda BeAT Sukses Curi Perhatian 5 Tips Naik Motor Jarak Jauh agar Tetap Nyaman, Poin Terakhir Paling Penting 5 Hal Wajib Dipahami Pengendara Motor Agar Terhindar dari Risiko Kecelakaan Fatal
Berita ini 68 kali dibaca