OTOMOTIFMEDIA.COM – Nama BYD kembali menjadi perbincangan hangat di lingkungan balap Formula 1.
Kabar ini mencuat setelah jajaran petinggi perusahaan kendaraan listrik terbesar di dunia itu terlihat melakukan serangkaian pertemuan dengan petinggi Formula 1 dan FIA saat berlangsungnya Grand Prix Monako 2026.
Melansir laman Carnewschina, sorotan tertuju pada Stella Li, Executive Vice President BYD, yang bertemu dengan CEO Formula One Group, Stefano Domenicali, serta Presiden FIA, Mohamed Ben Sulayem.
Momen tersebut kembali memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan masuknya BYD ke ajang balap paling bergengsi di dunia.
Pertemuan Stella Li dengan Domenicali berlangsung pada 5 Juni 2026, sementara pertemuan dengan Mohamed Ben Sulayem dilakukan sehari setelahnya.
Presiden FIA bahkan membagikan foto pertemuan tersebut melalui akun media sosial pribadinya.
Ini bukan kali pertama BYD menjalin komunikasi dengan petinggi Formula 1 dan FIA.
Sebelumnya, pada Grand Prix Abu Dhabi akhir 2025, Stella Li juga diketahui bertemu dengan Mohamed Ben Sulayem.
Spekulasi mengenai keterlibatan BYD di Formula 1 sebenarnya sudah mencuat sejak awal tahun ini.
Pada Maret 2026, sejumlah laporan menyebutkan bahwa BYD tengah mengevaluasi peluang untuk terlibat dalam Formula 1 maupun FIA World Endurance Championship (WEC).
Rumor tersebut semakin menguat setelah Stella Li mengonfirmasi bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Stefano Domenicali pada April lalu saat Formula 1 menggelar seri di Shanghai.
Dalam wawancaranya dengan PlanetF1, Stella Li mengungkapkan bahwa BYD memiliki ketertarikan besar terhadap pengembangan teknologi masa depan.
"BYD sangat serius dalam mengeksplorasi masa depan dan teknologi, dan memahami apa yang dimiliki BYD."
Selain dikaitkan dengan kemungkinan masuk sebagai pemasok teknologi atau powertrain, BYD juga disebut-sebut berpotensi terlibat dalam kepemilikan tim Formula 1.
Beberapa laporan sebelumnya mengaitkan BYD dengan peluang akuisisi sebagian saham tim Alpine Formula 1.
Rumor lain bahkan menyebut adanya kemungkinan kerja sama dengan Christian Horner yang saat ini tengah dikabarkan mencari tantangan baru setelah berpisah dengan Red Bull Racing.
Menariknya, Stella Li juga diketahui sempat bertemu dengan Horner dalam ajang Festival Film Cannes beberapa waktu lalu.
Meski hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait bentuk keterlibatan BYD di Formula 1, intensitas komunikasi perusahaan dengan para pemangku kepentingan utama di dunia balap tersebut menjadi sinyal bahwa pabrikan asal China itu tengah menjajaki peluang yang lebih besar.
Jika langkah tersebut benar-benar terwujud, BYD berpotensi menjadi salah satu nama baru paling berpengaruh di Formula 1, sekaligus menandai semakin besarnya peran industri kendaraan listrik dalam perkembangan motorsport global.







