Nissan Belajar dari China, Pangkas Waktu Pengembangan Mobil dari 55 Bulan Jadi 26 Bulan

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Rabu, 17 Juni 2026 10:06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nissan Belajar dari China, Pangkas Waktu Pengembangan Mobil dari 55 Bulan Jadi 26 Bulan

OTOMOTIFMEDIA.COM – Nissan secara terbuka mengakui bahwa mereka belajar dari industri otomotif China untuk mempercepat pengembangan kendaraan generasi terbaru.

 

Melansir laman Carnewschina, Presiden Nissan Motor Co., Ivan Espinosa, mengungkapkan perusahaan berhasil memangkas siklus pengembangan kendaraan hingga hampir 50 persen. 

 

Jika sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 55 bulan dari tahap konsep hingga produksi, kini proses tersebut dapat diselesaikan hanya dalam 26 bulan.

 

Strategi baru tersebut telah diuji pada pengembangan Nissan Skyline generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada musim dingin 2026. 

 

Nissan bahkan menargetkan sekitar 90 persen proyek kendaraan barunya akan menggunakan sistem pengembangan cepat ini mulai tahun fiskal 2026.

 

Perubahan besar yang dilakukan Nissan tidak lepas dari pengalaman perusahaan di pasar China melalui kerja sama dengan Dongfeng Motor.

 

Produsen Jepang tersebut melihat bagaimana merek-merek otomotif China mampu menghadirkan kendaraan baru ke pasar dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan produsen otomotif tradisional.

 

Salah satu contoh suksesnya adalah pengembangan Nissan N7, mobil listrik yang dipasarkan di China. 

 

Model yang diluncurkan pada April 2025 itu hanya membutuhkan waktu pengembangan sekitar dua tahun, jauh lebih cepat dibanding standar industri otomotif konvensional.

 

Pengalaman tersebut menjadi fondasi Nissan dalam membangun sistem kerja baru yang lebih adaptif dan efisien.

 

AI Jadi Kunci Percepatan

 

Untuk mencapai target tersebut, Nissan mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) di hampir seluruh proses pengembangan kendaraan.

 

Pada tahap desain, AI digunakan untuk menghasilkan berbagai alternatif rancangan yang mampu mengoptimalkan aspek aerodinamika sekaligus estetika kendaraan. 

 

Proses yang sebelumnya membutuhkan banyak revisi manual kini dapat dilakukan lebih cepat.

 

Sementara pada tahap pengujian, simulasi virtual berbasis AI menggantikan sebagian besar pengujian fisik. 

 

Nissan mengklaim lebih dari 60 persen proses pengujian prototipe kini dapat dilakukan secara digital, termasuk simulasi tabrakan dan pengujian daya tahan kendaraan.

 

Teknologi AI juga digunakan dalam proses pengambilan keputusan bisnis. 

 

Analisis data yang lebih cepat memungkinkan perusahaan merespons perubahan pasar secara lebih efisien serta memangkas rantai birokrasi dalam proses pengembangan produk.

 

Tidak hanya itu, sistem kecerdasan buatan juga diterapkan pada rantai pasok untuk memprediksi kebutuhan komponen dan potensi gangguan produksi sehingga transisi dari tahap riset menuju produksi massal dapat berjalan lebih lancar.

 

Tantangan di Pasar China

 

Meski menjadi sumber inspirasi transformasi Nissan, pasar China sendiri masih menjadi tantangan bagi pabrikan asal Jepang tersebut.

 

Pada Mei 2026, Nissan mencatat penjualan sebanyak 30.025 unit di China, turun 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Penurunan tersebut mencerminkan semakin ketatnya persaingan di pasar otomotif terbesar dunia, terutama dari produsen kendaraan listrik lokal yang terus tumbuh agresif dengan inovasi teknologi dan kecepatan pengembangan produk yang tinggi.

 

Berita Terkait

Mobil Bekas Makin Diburu, OLXmobbi Perluas Jaringan hingga Kalimantan Mobil Listrik Makin Dilirik, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13 Kali Lipat Mobil Bekas Makin Diburu, Pembiayaan BRI Finance Melonjak 169 Persen Dari Pembiayaan Otomotif ke Pelestarian Lingkungan, ACC Tanam 5.000 Mangrove Dari Lexus sampai Land Cruiser 1980, Ini Isi Koleksi Mobil Prabowo Subianto di LHKPN 2025 Mobil Manual Sering Engine Brake, Waspadai Risiko pada Mesin dan Transmisi Mobil Listrik Kena Pajak, tapi Warga Jakarta Dapat “Diskon” Ini Mobil Listrik Tak Lagi Bebas Pajak, Ini Rincian Aturan Terbarunya
Berita ini 0 kali dibaca