Kebutuhan Listrik dan Data Center Meningkat, Energy Week 2026 Hadirkan 3 Sektor Strategis

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Sabtu, 05 September 2026 13:07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebutuhan Listrik dan Data Center Meningkat, Energy Week 2026 Hadirkan 3 Sektor Strategis

OTOMOTIFMEDIA.COM – Kebutuhan energi dan infrastruktur digital Indonesia terus meningkat seiring ekspansi industri. 

 

Kondisi tersebut mendorong Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 mempertemukan tiga sektor yang semakin saling berkaitan, yakni kelistrikan, teknologi baterai dan penyimpanan energi, serta infrastruktur data center.

 

Digelar pada 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Energy Week 2026 menghadirkan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia dalam satu rangkaian pameran.

 

Kebutuhan tersebut tercermin dari target pemerintah melalui RUPTL 2025–2034 yang mencakup tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GW. 

 

Dari jumlah tersebut, 42,6 GW berasal dari energi terbarukan dan 10,3 GW dialokasikan untuk sistem penyimpanan energi.

 

Di sisi lain, kapasitas data center Indonesia tercatat mencapai sekitar 370 MW pada 2025. 

 

Perkembangan tersebut membuat kebutuhan terhadap pasokan listrik yang andal, sistem penyimpanan energi, dan infrastruktur digital semakin tidak bisa dipisahkan.

 

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Energy Week 2026 tidak hanya menyoroti penambahan kapasitas energi, tetapi juga efisiensi, inovasi dan ketahanan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

 

Skala penyelenggaraan tahun ini juga semakin besar. Area pameran mencapai lebih dari 20.000 meter persegi dan diikuti 451 perusahaan dari 28 negara.

 

Selain pameran, terdapat 21 sesi seminar yang menghadirkan 73 thought leaders serta dukungan dari 12 asosiasi industri.

 

Tiga pameran yang berada dalam Energy Week 2026 membawa fokus masing-masing, tetapi memiliki hubungan yang semakin erat.

 

Electric & Power Indonesia menampilkan teknologi dan solusi kelistrikan, sedangkan The Battery Show Indonesia berfokus pada teknologi baterai dan penyimpanan energi.

 

Sementara itu, Data Center Asia–Indonesia memperlihatkan berbagai solusi untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital yang membutuhkan pasokan energi stabil dan andal.

 

Kolaborasi ketiga sektor tersebut menjadi penting karena perkembangan industri digital secara langsung meningkatkan kebutuhan energi.

 

Pada saat yang sama, transisi menuju sumber energi baru dan terbarukan membutuhkan sistem penyimpanan serta jaringan listrik yang semakin fleksibel.

 

Maxmilaan Bruinier, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, mengatakan bahwa Energy Week 2026 di Jakarta melanjutkan momentum dari Indonesia Energy Week Surabaya 2026 yang sebelumnya mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara.

 

“Melalui IEE Series - Energy Week di Jakarta, kami memperluas konektivitas tersebut dengan mempertemukan sektor ketenagalistrikan, penyimpanan energi, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem. Kami berharap pertemuan ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan dan solusi yang membantu industri meningkatkan efisiensi, memperkuat kapabilitas, dan menciptakan nilai yang lebih besar dalam jangka panjang,” ujar Maxmilaan.

 

Kebutuhan energi yang semakin kompleks turut mendorong perubahan pada sistem kelistrikan. 

 

Industri kini tidak hanya membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga sistem yang mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan.

 

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) yang digelar bersamaan dengan pembukaan Electric & Power Indonesia.

 

Arsyadany G. Akmalaputri selaku Ketua Umum PJCI pada pembukaan pameran mengatakan bahwa kebutuhan industri terhadap listrik ke depan tidak hanya akan semakin besar, tetapi juga semakin beragam dan dinamis. 

 

Oleh karena itu, pengembangan sistem kelistrikan dinilai perlu bergerak menuju sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi secara andal. 

 

"Pengembangan smart grid, integrasi energi terbarukan, serta pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan pengelolaan energi menjadi semakin penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan sistem. Dengan demikian, infrastruktur kelistrikan dapat terus mendukung produktivitas dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi industri dalam jangka panjang,” kata Arsyadany.

 

Menurutnya, energi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar produksi dan distribusi listrik. Infrastruktur energi juga menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

 

Karena itu, pengembangan listrik, teknologi penyimpanan energi dan infrastruktur digital membutuhkan keterlibatan pemerintah, industri, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi hingga pengguna akhir.

 

Exhibitor Melihat Peluang Pasar yang Lebih Luas

 

Kolaborasi lintas sektor juga dirasakan langsung oleh perusahaan peserta pameran.

 

RMA Indonesia, misalnya, memanfaatkan Energy Week 2026 untuk memperkenalkan solusi pembangkit listrik bagi berbagai kebutuhan, mulai dari bangunan, hotel, resort hingga data center.

 

Perusahaan tersebut turut membawa inovasi genset yang sebelumnya telah dipasarkan secara global dan kini diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia.

 

Rio Harison Saragih, Development and Technical Support Manager RMA Indonesia, menilai kehadiran dalam Energy Week membuat perusahaan dapat menjangkau segmen yang lebih spesifik.

 

“Sekarang lebih spesifik dan target pengunjung pun jelas, animo yang datang memang khusus untuk energi. Pada hari pertama ini telah pengunjung kami mengerucut kepada energi, genset, cable-wire dan lain-lain, jadi kita lebih enak untuk memetakan potensi customer kita," kata Rio.

 

"Karena sekarang kami juga bergabung di Energy Week, buat kami lebih baik karena bisa menyasar tidak hanya pasar di IEE Series Engineering Week, tetapi bisa menggapai juga segmen di energi. Kolaborasi berbagai sektor di satu rangkaian pameran seperti IEE Series ini menguntungkan untuk perluasan dan kolaborasi industri yang kami libati,” ujarnya menambahkan.

 

Selain tiga pameran utama, Energy Week 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026, termasuk penyelenggaraan Electric & Power Indonesia ke-24 bersama IndoEBTKE ConEx ke-12.

 

Sinergi tersebut diarahkan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi dan akademisi dalam mendorong pengembangan kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan.

Berita Terkait

3 Kamera ETLE Kini Terpasang di Cibinong, Ini Lokasinya Hadirkan Bus 136 MDBL 4x4, Booth Hino di GIICOMVEC 2026 Diserbu Bismania Community Danamon dan Adira Finance Tebar Promo Kredit Motor Sampai Tukar Tambah di IIMS 2026 300 Kemenangan Aprilia Racing, Pabrikan Eropa Paling Sukses dalam Sejarah Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM 3 Varian Mobil Daihatsu Paling Laris Sampai April 2025, Total Lebih dari 46 Ribu Unit 3 Fitur Unggulan Yamaha Grand Filano Hybrid, Berkendara Makin Aman dan Nyaman 39 Jenis Spare Part Diskon 15%, Suzuki Hadirkan Program SERASI Sambut Bulan Ramadhan 3 Fitur Unggulan Motor Yamaha yang Bikin Touring Makin Aman dan Nyaman
Berita ini 7 kali dibaca