OTOMOTIFMEDIA.COM - Perjalanan lintas negara sejauh 630 kilometer dari Thailand menuju Laos menjadi ajang bagi BFGoodrich All-Terrain T/A KO3 untuk menunjukkan karakter ban yang dirancang menghadapi beragam kondisi jalan.
Dalam kegiatan BFGoodrich All-Terrain T/A KO3 Influencer Caravan 2026, sebanyak 52 influencer otomotif dari lima negara Asia menjajal rute yang mencakup jalan tanah, jalur pegunungan, hingga medan off-road.
Mengusung tema “Cross Borders”, perjalanan pada 23 Oktober 2026 ini bukan sekadar mengejar jarak.
Perubahan permukaan jalan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara, terutama dalam menjaga traksi, kestabilan, dan kendali kendaraan saat berpindah dari satu karakter medan ke medan lainnya.
Kondisi tersebut juga memperlihatkan pentingnya menyiapkan kendaraan sebelum berpetualang.
Ban yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan menjadi salah satu faktor yang mendukung pengendalian kendaraan, khususnya ketika rute tidak hanya melewati jalan beraspal.
Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support - B2C 4W & Motorsport, BFGoodrich Indonesia, mengatakan bahwa dalam perjalanan off-road, kita tidak selalu bisa memprediksi kondisi medan yang akan dihadapi.
"Ada kalanya perjalanan dimulai dari jalan beraspal, kemudian berlanjut ke jalan tanah, berbatu, atau medan yang lebih menantang. Karena itu, persiapan kendaraan, termasuk memilih ban yang sesuai, menjadi hal penting agar pengendara dapat menghadapi berbagai kondisi dengan lebih percaya diri," kata Alfons.
BFGoodrich All-Terrain T/A KO3 dikembangkan dengan tiga fokus utama, yakni ketangguhan, traksi, dan daya tahan tapak.
Karakter tersebut ditujukan bagi pengendara yang membutuhkan ban untuk penggunaan di jalan raya sekaligus aktivitas off-road.
Untuk mendukung ketahanan saat melewati permukaan tidak rata dan berbatu, KO3 dibekali CoreGard Technology dan Advanced Deflection Design.
Keduanya dirancang untuk meningkatkan ketahanan dinding samping ban ketika menghadapi kondisi medan yang menantang.
Pada bagian tapak, desain area kontak yang dioptimalkan dan teknologi full-depth 3D locking sipes ditujukan untuk membantu menghasilkan keausan yang lebih merata serta menjaga konsistensi performa selama pemakaian.
Sementara itu, desain bahu bergerigi atau serrated shoulder, Mud Phobic Bars, dan kompon tapak yang dikembangkan khusus menjadi bagian dari upaya mendukung traksi pada berbagai permukaan jalan.
Perjalanan lintas Thailand dan Laos memperlihatkan bahwa kebutuhan ban tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melewati medan sulit.
Pengendara juga perlu mempertimbangkan karakter rute, kondisi kendaraan, serta kemampuan menyesuaikan cara berkendara ketika permukaan jalan berubah.
Ban all-terrain menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang kerap menghadapi kombinasi jalan beraspal dan jalur off-road.
Namun, pemilihan ban tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan dan penggunaan sehari-hari.







