OTOMOTIFMEDIA.COM - Transportasi publik di Bali mulai memasuki babak elektrifikasi melalui kehadiran 11 unit bus listrik Hyundai County EV.
Bus berkapasitas 20 penumpang ini memiliki baterai 128 kWh dan diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
Program ini merupakan kolaborasi dengan karoseri lokal Laksana, yang mengembangkan dan memproduksi bodi bus menggunakan platform kendaraan listrik dari Hyundai.
Inisiatif yang digagas Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan (MCEE) bersama Global Green Growth Institute (GGGI) ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik berbasis listrik di Bali, sekaligus mendukung pengurangan emisi dan menjaga daya tarik pulau tersebut sebagai destinasi wisata dunia.
Chul Youn Park, Senior Vice President and Head of Global Commercial Vehicle and Light Commercial Vehicle Business Division at Hyundai Motor Company, mengatakan bahwa dengan pengalaman global dan kehadiran yang terus berkembang di Indonesia, Hyundai berkomitmen memperluas bisnis kendaraan niaga berbasis listrik di berbagai kota dan wilayah di Indonesia.
"Ke depannya, kami akan terus mengembangkan peluang bisnis baru di kawasan Asia-Pasifik dengan mengandalkan kualitas produk dan dukungan operasional yang telah teruji,” kata Chul Youn Park.
Selain menyediakan kendaraan, Hyundai juga menyiapkan program EV Bus Field Quality Assurance untuk memantau kualitas dan kinerja operasional armada setelah mulai digunakan.
Program ini mencakup pembentukan pusat pemantauan kualitas kendaraan di lokasi guna mendukung kelancaran operasional pada tahap awal implementasi.
Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan bus listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan mobilitas, tetapi juga dapat diandalkan dalam penggunaan sehari-hari.
Terlebih, layanan transportasi publik membutuhkan kesiapan armada dan dukungan teknis yang berkelanjutan.
Pemilihan Hyundai sebagai pemasok bus dilakukan setelah GGGI memulai proses pengadaan pada semester kedua 2025.
Pertimbangannya mencakup kualitas kendaraan listrik, kapabilitas layanan purnajual, serta pengalaman Hyundai dalam proyek transportasi berbasis bantuan pembangunan resmi atau Official Development Assistance (ODA).
Penyerahan 11 unit County EV di Bali melanjutkan kiprah Hyundai dalam penyediaan bus listrik untuk transportasi publik Indonesia.
Sebelumnya, pada November 2024, Hyundai telah memasok armada serupa untuk layanan transportasi publik di Surabaya.
Melalui proyek Bali E-Mobility, Hyundai juga memperkuat kolaborasi lintas negara antara pemerintah, lembaga internasional, dan pelaku industri otomotif lokal.
Kerja sama ini melanjutkan nota kesepahaman antara pemerintah Korea Selatan dan Indonesia yang terjalin pada 2025 untuk mendorong transformasi transportasi Bali menuju mobilitas listrik.
Ke depan, Hyundai menargetkan perluasan bisnis kendaraan listrik komersial di Indonesia, termasuk di Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan.
Perusahaan juga membidik peluang pengembangan bisnis di kawasan Asia-Pasifik dengan mengandalkan teknologi elektrifikasi, kualitas produk, dan dukungan purnajual.
Kehadiran bus listrik di Bali menjadi salah satu langkah untuk memperluas penggunaan kendaraan niaga listrik di luar kendaraan pribadi.
Tantangan berikutnya adalah memastikan armada dapat beroperasi secara konsisten, sehingga manfaat elektrifikasi bisa dirasakan langsung oleh pengguna transportasi publik maupun lingkungan.







