BFGoodrich Ungkap Proses Produksi Ban On-Road di Cikarang

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Minggu, 27 September 2026 16:05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BFGoodrich Ungkap Proses Produksi Ban On-Road di Cikarang

OTOMOTIFMEDIA.COM - BFGoodrich memperkuat lini ban On-Road di Indonesia melalui Advantage Touring dan g-Force Phenom yang diproduksi secara lokal di fasilitas PT Multistrada Arah Sarana, Cikarang. 

 

Kedua ban tersebut menawarkan karakter berbeda, mulai dari kenyamanan untuk penggunaan harian hingga respons berkendara yang lebih sporty.

 

Fasilitas PT Multistrada Arah Sarana sendiri telah menjadi bagian dari Grup Michelin sejak 2019. 

 

Produksi di Cikarang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, tetapi juga melayani pasar ekspor dengan proses manufaktur yang mengacu pada standar internasional Michelin.

 

Kehadiran dua produk tersebut menjadi cara BFGoodrich menjawab kebutuhan pengendara yang semakin beragam. 

 

Advantage Touring lebih diarahkan untuk penggunaan sehari-hari dengan fokus pada kenyamanan, durability, dan rasa percaya diri.

 

Sementara itu, g-Force Phenom mengusung karakter lebih sporty melalui respons kemudi yang lebih presisi serta kemampuan grip di permukaan jalan kering maupun basah.

 

Beragam kondisi jalan di Indonesia menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan dan produksi ban BFGoodrich. 

 

Salah satu fokusnya adalah penggunaan konstruksi sidewall yang robust untuk mendukung ketangguhan sekaligus mempertahankan performa dalam penggunaan jangka panjang.

 

BFGoodrich juga memperhatikan aspek kenyamanan dengan menekan tingkat kebisingan yang dihasilkan ban saat kendaraan digunakan.

 

“BFGoodrich On-Road diproduksi di Indonesia dengan fasilitas dan standar yang juga digunakan untuk melayani pasar ekspor. Melalui Advantage Touring dan g-Force Phenom, kami menghadirkan pilihan untuk kebutuhan berkendara yang berbeda, namun tetap dengan fokus yang sama pada kualitas, durability, dan rasa percaya diri saat berkendara," Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support.

 

BFGoodrich juga menyediakan pilihan ukuran ban untuk berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan listrik.

 

Untuk mobil listrik, pemilihan ban memiliki sejumlah pertimbangan khusus. Alfons menjelaskan, bobot kendaraan yang lebih tinggi akibat penggunaan baterai serta karakter torsi instan dapat memengaruhi tingkat keausan ban.

 

Karena itu, pemilik kendaraan listrik perlu memperhatikan ketahanan aus telapak ban serta kesesuaian load index dan speed index dengan kendaraan yang digunakan.

 

Karakter Advantage Touring juga dirasakan langsung oleh Gofar Hilman yang merupakan Brand Ambassador BFGoodrich. 

 

Ia telah menggunakan ban tersebut selama sekitar enam bulan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

 

“Setelah sekitar enam bulan menggunakan BFGoodrich Advantage Touring untuk daily driving, yang paling terasa buat saya adalah kenyamanannya. Dipakai untuk berbagai aktivitas sehari-hari tetap nyaman dan senyap, tapi handling-nya juga tetap memberikan rasa percaya diri saat berkendara,” ujar Gofar.

 

Pengalaman tersebut menggambarkan karakter Advantage Touring yang memang ditujukan untuk penggunaan harian, terutama bagi pengendara yang lebih banyak menghadapi kebutuhan mobilitas rutin.

Di sisi lain, g-Force Phenom menyasar pengendara dengan kebutuhan berbeda. 

 

Ban ini dikembangkan dengan karakter lebih sporty, sehingga tidak hanya berfokus pada fungsi mobilitas, tetapi juga memberikan respons kendaraan, grip, dan pengalaman berkendara yang lebih engaging.

 

Dibuat di Indonesia, Standar Michelin

 

BFGoodrich memiliki sejarah lebih dari 150 tahun dan telah menjadi bagian dari Michelin Group sejak 1990.

 

Pengalaman serta standar Michelin menjadi bagian dari fondasi pengembangan produk BFGoodrich, termasuk ban On-Road yang diproduksi di Indonesia.

 

Selain produk, BFGoodrich juga melakukan pembaruan pada ketentuan garansi. Garansi produk selama enam tahun kini dihitung sejak tanggal pembelian, dengan tetap mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

 

BFGoodrich juga mengingatkan konsumen agar tidak hanya menjadikan kode produksi sebagai patokan usia ban. 

 

Kode tersebut menunjukkan waktu ban diproduksi dan tidak otomatis menjadi tanggal kedaluwarsa.

 

Kondisi fisik ban, cara penyimpanan, pola penggunaan, serta pemeriksaan secara berkala tetap menjadi faktor penting dalam menentukan apakah ban masih layak digunakan.

 

Melalui Advantage Touring dan g-Force Phenom, BFGoodrich menghadirkan dua pilihan dengan karakter yang berbeda. 

 

Advantage Touring lebih mengarah pada kenyamanan dan durability untuk kebutuhan harian, sedangkan g-Force Phenom menawarkan karakter lebih sporty dan responsif.

 

Keduanya diproduksi di Indonesia dengan fasilitas yang juga melayani kebutuhan pasar ekspor.

 

Berita Terkait

Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026 Banyak Pengendara Belum Tahu, Helm Non-SNI Bisa Berujung Tilang dan Denda Ban Lebih Lebar Belum Tentu Lebih Aman, Ini Risiko yang Wajib Diketahui Banjir Brand Mobil Baru, IIMS Surabaya 2026 Tampil Lebih Besar dari Tahun Sebelumnya Banyak yang Belum Tahu, Airbag Justru Berbahaya Tanpa Seatbelt Banyak Pengemudi Belum Tahu, Efek Engine Brake Mobil Matic Tak Seagresif Manual Dibekali Mesin 4.778 cc EURO 4, Isuzu ELF Refrigerator Jadi Perhatian di GIICOMVEC 2026 Digelar 8 Sampai 11 April 2026, GIICOMVEC Kedatangan 3 Brand Kendaraan Niaga Baru
Berita ini 9 kali dibaca