Hapus Mitos Kebakaran Kendaraan Listrik, KOLEKSI dan PLN Gelar 'Zero Emission and Zero Accident'

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Minggu, 25 Januari 2026 16:05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hapus Mitos Kebakaran Kendaraan Listrik, KOLEKSI dan PLN Gelar 'Zero Emission and Zero Accident'

Otomotifmedia.com - Masyarakat pengguna mobil listrik sering terkecoh dengan mitos kebakaran kendaraan listrik (EV)/

Kekhawatiran tentang kebakaran baterai dan pengisian daya di rumah masih menjadi hambatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Ketakutan tersebut lebih banyak dipicu oleh mitos yang beredar tanpa klarifikasi teknis.
 
Survei Global EV Alliance (GEVA) 2025 menunjukkan 77 persen dari 26.071 pengemudi EV di 30 negara menilai mitos, termasuk isu kebakaran, sebagai hambatan terbesar adopsi.
 
Temuan tersebut menegaskan pentingnya edukasi publik dalam transisi energi.
 
Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) mengangkat isu keselamatan dalam kegiatan “Zero Emission and Zero Accident” di Museum Listrik Energi Baru, TMII, Jakarta (24/01/2026).
 
Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman nyata pengguna EV untuk meluruskan informasi keliru.
 
“Pengalaman pengguna membuktikan bahwa kendaraan listrik aman bila instalasi mengikuti standar,” kata Arwani Hidayat, selaku Ketua Komunitas Mobil Elektrik Indonesia. 
 
Ia melanjutkan, risiko teknis memang ada, khususnya pada instalasi listrik rumah yang tidak standar maupun thermal runaway pada baterai.
 
“Namun risiko ini dapat dicegah, dikelola, dan distandarisasi. Pemerintah perlu menetapkan aturan keselamatan yang jelas agar publik percaya dan berani beralih,” imbuh Arwani, dalam gelaran yang juga dijadikan gathering bersama rekan-rekan media.
 
Arwani menekankan perlunya standar nasional instalasi home charging, sertifikasi teknisi, peralatan pemadam khusus baterai, serta SOP penanganan thermal runaway.
 
Tanpa standar tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi ketidakpastian, sementara mitos terus berkembang.
 
Sementara itu, PLN menilai kolaborasi dengan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
 
“PLN telah mengoperasikan lebih dari 4.672 SPKLU di seluruh Indonesia dan terus meningkatkan standar keselamatan,” ujar Ronny Afrianto, selaku Vice President VP Komersialisasi Produk Niaga, Divisi Pengembangan Produk Niaga (PPN) PLN. 
 
Masih menurut Ronny, masukan komunitas seperti KOLEKSI membantu memastikan infrastruktur pengisian daya aman, andal, dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan hijau.
 
Transisi kendaraan listrik membutuhkan teknologi yang aman dan komunikasi publik yang berbasis data.
 
Pelibatan komunitas pengguna dinilai efektif untuk melawan misinformasi berbasis pengalaman dan data guna mempercepat adopsi kendaraan listrik.
 
“Transisi energi membutuhkan kepercayaan. Adapun Kepercayaan tumbuh saat keselamatan diatur dengan jelas dan risiko dikelola secara profesional,” tegas Arwani 
 

 

Berita Terkait

Kebakaran Hyundai Kona di Gresik, Begini Kronologi dan Respons Hyundai Gelar City Rolling, Komunitas Vario Jakarta Buktikan Diri Makin Eksis Gelaran IIMS 2026 Raih Hasil Gemilang, Catat Nilai Transaksi Hingga Rp 8,7 Triliun Gelar CSR Sepanjang 2025, Suzuki Indonesia Fokus Pendidikan, Lingkungan dan Donasi Danamon dan Adira Finance Tebar Promo Kredit Motor Sampai Tukar Tambah di IIMS 2026 Gelaran IIMS 2026 Makin Meriah, 180 Brand Otomotif dan Industri Pendukung Siap Adu Strategi Gelar National Dealer Contest & Awarding 2026, Mitsubishi Fuso Fokus Pencapaian 'Zero Down Time' Koleksi LEGO Set Dewasa Cocok Jadi Kado Spesial, dari Penggemar F1 hingga Pecinta Seni
Berita ini 374 kali dibaca