Jarak Tempuh EV Anjlok Setelah Update Software, China Investigasi Praktik 'Battery Lock'

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Selasa, 12 Mei 2026 13:15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jarak Tempuh EV Anjlok Setelah Update Software, China Investigasi Praktik 'Battery Lock'

Otomotifmedia.com - Industri mobil listrik China tengah menghadapi sorotan baru. Sejumlah pemilik kendaraan energi baru (NEV) mengeluhkan penurunan drastis performa baterai setelah menerima pembaruan software over-the-air (OTA) dari pabrikan.

 

Melansir laman Carnewschina, Selasa, 12 Mei 2026, beberapa pengguna mengaku mobil listrik yang sebelumnya mampu menempuh jarak hingga 500 km, kini hanya sanggup berjalan di bawah 300 km dalam penggunaan harian setelah update sistem dilakukan.

 

Tak hanya jarak tempuh, waktu pengisian cepat DC juga disebut ikut melambat. Jika sebelumnya pengisian baterai dari kondisi rendah ke penuh dapat dilakukan sekitar 40 menit, kini membutuhkan waktu hingga 70 menit.

 

Fenomena ini ramai disebut sebagai praktik “battery lock” atau penguncian baterai.

 

Istilah tersebut merujuk pada pembatasan performa baterai melalui pengaturan software Battery Management System (BMS) yang dilakukan dari jarak jauh lewat OTA atau update di dealer.

 

Dalam laporan yang dirilis China Media Group, sejumlah pemilik kendaraan mengklaim kapasitas baterai yang bisa digunakan ikut dibatasi tanpa penjelasan detail dari produsen.

 

Salah satu pemilik EV mengaku sebelum update OTA mobilnya mampu menerima pengisian lebih dari 100 kWh.

 

Namun setelah pembaruan software, kapasitas charging hanya mentok di kisaran 80 kWh, meskipun indikator kesehatan baterai masih menunjukkan angka 95 persen.

 

Efeknya, jarak tempuh riil kendaraan ikut menurun dari sebelumnya sekitar 450-480 km menjadi di bawah 400 km.

 

Peneliti industri otomotif China, Zhang Xiang, menyebut pabrikan memang dapat membatasi parameter pengisian dan pengosongan baterai lewat sistem BMS. 

 

Langkah tersebut diklaim bertujuan mengurangi risiko thermal runaway sekaligus memperlambat degradasi baterai.

 

Namun di sisi lain, pembatasan itu bisa berdampak langsung pada pengalaman pengguna, mulai dari jarak tempuh yang lebih pendek hingga proses charging yang lebih lambat.

 

Kasus ini akhirnya ikut menarik perhatian regulator China.

 

Pada Maret lalu, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China bersama Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar merilis aturan baru terkait manajemen OTA kendaraan listrik.

 

Aturan tersebut memuat larangan praktik OTA tersembunyi, termasuk penguncian baterai tanpa pemberitahuan, pembaruan diam-diam secara paksa, hingga penggunaan OTA untuk menghindari recall kendaraan.

 

Sempat muncul rumor bahwa delapan produsen mobil dipanggil regulator terkait isu battery lock dan tiga di antaranya masuk tahap investigasi resmi.

 

Namun Asosiasi Produsen Mobil China membantah kabar tersebut dan menyebut informasi itu tidak memiliki sumber resmi.

 

Beberapa merek seperti BYD, Tesla, dan Zeekr juga telah membantah tuduhan yang beredar di media sosial terkait pembatasan performa baterai secara diam-diam.

 

Di tengah kontroversi ini, isu keamanan baterai EV memang menjadi perhatian besar di China.

 

Terlebih setelah uji sistem pengisian ultra-cepat megawatt BYD sebelumnya memperlihatkan suhu baterai menyentuh 76 derajat Celcius saat proses charging berlangsung.

 

Dari sisi hukum, pakar hukum China Zheng Fei menilai perubahan parameter kendaraan tanpa persetujuan pemilik berpotensi menimbulkan persoalan terkait hak konsumen, perlindungan data pribadi, hingga kepemilikan kendaraan.

 

Konsumen di China kini disarankan mematikan fitur update OTA otomatis, menyimpan riwayat software kendaraan, hingga melakukan inspeksi independen apabila mencurigai adanya perubahan performa setelah pembaruan sistem.

Berita Terkait

EV Bisa Diandalkan untuk Mudik, BYD Hadirkan Posko Fast Charging di Sejumlah Lokasi Event Honda DBL Banten Series 2025 Tuntas, Honda BeAT Sukses Curi Perhatian Update Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini Seluruh Indonesia, Ada Kenaikan BBM Jenis Diesel Event Perdana MAXi Yamaha Day 2025, Kudus Jadi Lokasi Perayaan Bersejarah Satu Dekade MAXi di Indonesia Event Track Day di Sirkuit Mandalika, Michelin Indonesia Kenalkan Ban Power GP2 dan Power Cup2 Event KLHR 2025, Pembuktian Kualitas Man Power di Seluruh Jaringan Dealer Jakarta-Tangerang Setelah Jakarta dan Bandung, Dealer Premium Shop Yamaha Kini Hadir di Semarang Event Perdana We Are Aerox Society, Simbol Gaya Hidup dan Semangat Berkendara Anak Muda
Berita ini 5 kali dibaca