Otomotifmedia.com – Komunitas motor gede Harley-Davidson, Hogers Indonesia, akhirnya buka suara terkait kecelakaan maut yang melibatkan salah satu anggotanya di Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Insiden yang terjadi saat rombongan moge melintas itu menewaskan seorang bocah berinisial J dan langsung menjadi sorotan publik.
Dalam pernyataan resminya, Hogers Indonesia menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada keluarga korban sekaligus menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.
“Mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota Hogers Indonesia, dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan yang teramat dalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan berpulangnya ananda J,” ujar Yudi Djadja selaku Director Hogers Indonesia dalam pernyataan tertulis resminya.
Peristiwa tragis itu terjadi di Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Berdasarkan keterangan warga, korban saat itu berada di pinggir jalan untuk menyaksikan iring-iringan moge yang melintas.
Namun nahas, salah satu pengendara Harley-Davidson berinisial RR diduga kehilangan kendali saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Warga juga menyebut pengendara sempat melakukan freestyle dengan posisi tangan terlepas dari setang motor.
“Menurut keterangan warga setempat, (moge) sedang dalam kecepatan tinggi kemudian lepas dari setir,” ujar Kasat Lantas Polres Toraja Utara Iptu Muhammad Nasrum Sujana.
Polisi kemudian mengamankan pengendara beserta unit motor Harley-Davidson yang digunakan.
RR kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Polres Toraja Utara.
“Pengemudi motor Harley Davidson berinisial RR (42) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto.
RR dijerat Pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.
Di sisi lain, Hogers Indonesia menegaskan organisasinya menghormati penuh proses hukum yang berjalan.
Komunitas tersebut juga menyatakan siap mengikuti penyelesaian secara adat yang berlaku di Toraja.
“Kami menghormati sepenuhnya kewenangan aparat penegak hukum dan mendukung proses penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.
Tak hanya itu, Hogers Indonesia juga mengaku tengah melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi di masa mendatang.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan anggota kami memenuhi seluruh kewajiban moral dan kooperatif dengan aparat berwenang. Bersamaan dengan itu, organisasi juga tengah menjalankan proses evaluasi internal terkait peristiwa ini,” tulis Hogers Indonesia.
Dalam penutup pernyataannya, komunitas moge tersebut turut meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan foto maupun video korban tanpa sensor demi menjaga privasi keluarga yang sedang berduka.
“Kami memohon empati bersama untuk tidak menyebarkan foto maupun video dari lokasi kejadian tanpa sensor, demi menjaga perasaan dan trauma keluarga korban,” tutup pernyataan resmi Hogers Indonesia.







