Gas Dibejek Tapi Motor Tetap Loyo, Bisa Jadi Biang Keroknya Busi

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Minggu, 10 Mei 2026 08:12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gas Dibejek Tapi Motor Tetap Loyo, Bisa Jadi Biang Keroknya Busi

Otomotifmedia.com - Banyak pengendara mengira performa motor yang mulai loyo disebabkan kerusakan mesin besar.

 

Padahal, penyebabnya bisa datang dari komponen kecil yang kerap luput diperhatikan, yakni busi.

 

Saat kondisi busi mulai melemah, tenaga motor bisa turun drastis, tarikan terasa berat, hingga konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.

 

Busi sendiri memiliki fungsi penting sebagai pemantik api di ruang bakar. 

 

Komponen ini bertugas menghasilkan percikan listrik untuk membakar campuran udara dan bahan bakar agar mesin bekerja optimal.

 

Ketika proses pengapian terganggu, performa motor otomatis ikut terdampak.

 

Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi menjelaskan bahwa busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. 

 

"Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” kata Wahyu dalam keterangan resminya.

 

Kondisi busi yang mulai bermasalah sebenarnya dapat dikenali dari beberapa gejala umum saat berkendara.

 

Salah satu yang paling sering dirasakan adalah mesin sulit dinyalakan, terutama saat kondisi dingin.

 

Selain itu, motor juga terasa brebet ketika akselerasi, suara mesin tidak stabil, hingga konsumsi BBM menjadi lebih boros dari biasanya.

 

Jika dibiarkan terlalu lama, gangguan pada busi bukan hanya menurunkan kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memengaruhi komponen mesin lainnya akibat proses pembakaran yang tidak sempurna.

 

Pemilik kendaraan perlu mengetahui pentingnya penggantian busi secara berkala untuk menjaga performa motor tetap optimal.

 

Umumnya, busi disarankan diganti setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer, tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi penggunaan kendaraan.

 

Selain melihat jarak tempuh, pengendara juga perlu memperhatikan kondisi fisik busi.

 

Jika elektroda mulai aus, muncul kerak karbon tebal, atau busi tampak berkarat, maka penggantian sebaiknya segera dilakukan.

 

Perawatan sederhana seperti mengganti busi tepat waktu dinilai mampu menjaga efisiensi bahan bakar sekaligus mempertahankan performa motor tetap responsif untuk penggunaan harian.

 

Berita Terkait

Bisa Ikut Lelang Sambil Ngopi, Ini Fakta Menarik Jual Beli Mobil Bekas di JBA Bisa Lari Sejauh 661 Km, Volvo Resmi Luncurkan Sedan Listrik ES90 di Indonesia Motor Listrik Adventure Pertama, Intip Kecanggihan United E-Motor RX6000 Bisa Ngegas Sejauh 150 Km, Intip Kecanggihan Fitur Charged Maleo S Terbaru Motoran Makin Trendy, Piaggio Indonesia Resmikan Dealer Equipment Collections dari Vespa Bisa Berlari Sejauh 130 Km, Intip Fitur-fitur Canggih Polytron FOX 350 Tetap Eksis di Balap World Supersport, Aldi Satya Mahendra Lanjutkan Karir Bersama AS Racing Team Motor Matic Terbaru Honda NWT150 Resmi Dirilis, Dibekali Radar Harganya Rp 35 Juta
Berita ini 7 kali dibaca