AS Perluas Daftar Hitam Teknologi China, BYD dan Nio Ikut Terseret

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Jumat, 12 Juni 2026 10:09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AS Perluas Daftar Hitam Teknologi China, BYD dan Nio Ikut Terseret

OTOMOTIFMEDIA.COM – Ketegangan teknologi antara Amerika Serikat dan China kembali memasuki babak baru. 

 

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) resmi memasukkan sejumlah perusahaan teknologi dan otomotif asal China ke dalam daftar perusahaan yang disebut memiliki keterkaitan dengan militer China.

 

Melansir laman Carnewschina, perusahaan itu termasuk BYD, Nio, dan produsen baterai CALB.

 

Pembaruan daftar yang dikenal sebagai Section 1260H itu juga mencakup sejumlah nama besar lain seperti Alibaba, Baidu, EVE Energy, Hesai Technology, RoboSense, Unitree Robotics, hingga TP-Link.

 

Langkah tersebut menandai semakin luasnya pengawasan pemerintah Amerika Serikat terhadap sektor teknologi strategis China.

 

Seperti diketahui, sektor teknologi Tiongkok kini tidak hanya mencakup semikonduktor dan kecerdasan buatan, tetapi juga kendaraan listrik, baterai, robotika, energi terbarukan, dan teknologi sensor.

 

Meski masuknya perusahaan ke dalam daftar tersebut tidak otomatis memicu sanksi ekonomi.

 

Status tersebut berpotensi mempersulit hubungan bisnis dengan mitra Amerika Serikat, termasuk dalam pengadaan pemerintah, akses pasar modal, dan berbagai kontrak strategis di masa depan.

 

Dalam dokumen yang dikutip berbagai media internasional, Pentagon menyebut BYD memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) serta memiliki keterkaitan dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT).

 

Pentagon juga mengategorikan BYD sebagai perusahaan yang berkontribusi dalam konsep military-civil fusion atau integrasi sipil-militer yang selama ini menjadi perhatian pemerintah Amerika Serikat.

 

Penilaian serupa juga diarahkan kepada Nio. Pentagon menyebut produsen kendaraan listrik premium tersebut memiliki hubungan dengan SASAC dan berafiliasi dengan MIIT.

 

Keputusan ini cukup menarik mengingat kedua perusahaan memiliki jejak bisnis di Amerika Serikat. 

 

BYD diketahui telah mengoperasikan fasilitas produksi bus listrik di Lancaster, California, sejak lebih dari satu dekade lalu dan terus mengembangkan kapasitas produksinya.

 

Sementara itu, Nio masih mempertahankan pusat riset dan pengembangan di San Jose, California, sebagai bagian dari jaringan global perusahaan yang tersebar di China, Eropa, Singapura, dan Timur Tengah.

 

Selain BYD dan Nio, produsen baterai CALB juga menjadi sorotan.

 

CALB merupakan salah satu pemasok baterai kendaraan listrik terbesar di China dengan pelanggan yang mencakup sejumlah produsen otomotif global dan regional.

 

Daftar terbaru Pentagon juga memasukkan EVE Energy, pemasok baterai bagi Tesla, BMW, dan Mercedes-Benz. 

 

Nama lain yang ikut tercantum adalah Hesai dan RoboSense, dua perusahaan lidar yang produknya banyak digunakan dalam pengembangan kendaraan otonom dan teknologi bantuan pengemudi.

 

Perhatian khusus juga tertuju pada Unitree Robotics. Perusahaan robot humanoid asal China tersebut baru saja diumumkan sebagai salah satu mitra teknologi dalam proyek robotika NVIDIA pada awal Juni 2026.

 

Masuknya BYD, Nio, dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya ke dalam daftar Pentagon memperlihatkan bahwa persaingan antara Amerika Serikat dan China kini semakin meluas ke sektor kendaraan listrik dan teknologi masa depan.

 

Meski belum berdampak langsung terhadap operasional perusahaan, status tersebut berpotensi meningkatkan risiko reputasi dan membuka peluang munculnya pembatasan tambahan di masa mendatang. 

Berita Terkait

GIIAS 2026: Mercedes-Benz Bus Kirim Armada Baru ke PO ALS hingga AgraMas BYD M6 EV Generasi Baru Meluncur di Indonesia, Jarak Tempuh 450 Km dan Harga Rp395 Juta BYD Gandeng PSG dan Manchester City, Perkuat Branding Global Lewat Sepak Bola Elite Eropa 150 Bikers Ramaikan Honda Vario Street Nation, Vario Street 125 Jadi Magnet Baru Komunitas BYD Bidik Jawa Barat, Tech Culture Fest 2026 Hadirkan Edukasi EV hingga Uji Efisiensi M6 DM BYD Lahirkan Supercar Listrik Baru, DENZA Z Hadir dengan Tenaga 1.604 PS dan Isi Daya 5 Menit BYD Terpaksa Refund Penuh 1.265 Mobil Listrik, Salah Tahun Produksi Bikin Konsumen Protes GAC Tembus Produksi 30 Juta Mobil Global, Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Prioritas
Berita ini 94 kali dibaca