OTOMOTIFMEDIA.COM – Mercedes-Benz melakukan penyegaran besar pada C-Class terbaru.
Bukan sekadar mengubah tampilan, model yang terdiri dari C-Class Saloon dan Estate ini mendapat peningkatan pada sektor teknologi, kenyamanan, mesin elektrifikasi, hingga sistem bantuan berkendara.
Salah satu pembaruan paling menarik adalah penggunaan MB.OS yang menjadi pusat sistem digital kendaraan.
Teknologi tersebut memungkinkan C-Class terbaru mengadopsi MBUX generasi keempat dengan dukungan artificial intelligence (AI) dari ChatGPT, Microsoft Bing, dan Google Gemini.
Mercedes-Benz menyebut pengembangan C-Class terbaru merupakan salah satu penyempurnaan teknis paling menyeluruh dalam sejarah keluarga model tersebut.
Model ini tetap mempertahankan karakter C-Class, tetapi kini hadir dengan teknologi yang lebih modern dan pilihan powertrain yang lebih beragam.
“Dengan desain yang sporty dan elegan, pilihan mesin berteknologi elektrifikasi, serta dukungan cerdas dari MB.OS, C-Class menawarkan hal yang benar-benar dibutuhkan pengemudi: keandalan yang sudah terbukti dan teknologi baru yang memberikan manfaat nyata dalam penggunaan sehari-hari,” Mathias Geisen, Member of the Board of Management of Mercedes-Benz Group AG, Sales & Customer Experience.
Secara tampilan, C-Class terbaru tetap mempertahankan bentuk dasar yang menjadi identitasnya.
Namun, Mercedes-Benz memberikan sejumlah perubahan pada bagian depan dan belakang.
Grille radiator kini tampil lebih vertikal dengan ornamen bintang berlapis krom.
Sistem pencahayaan juga mendapat sentuhan baru melalui motif bintang Mercedes-Benz pada lampu siang hari dan lampu belakang versi Saloon.
Mercedes-Benz juga menghadirkan fitur yang cukup unik. Ketika pintu dibuka, proyektor cahaya pada bagian side sill akan menampilkan pola Mercedes-Benz ke permukaan jalan.
Kaca spion juga dapat memproyeksikan logo bintang di samping kendaraan.
Untuk pertama kalinya, C-Class juga mendapatkan pilihan AMG Line Plus, lengkap dengan detail seperti Night Package, spoiler lip hitam mengilap, jok sport, jahitan merah, hingga sabuk pengaman merah.
Pembaruan terbesar justru berada di dalam kabin. C-Class terbaru menggunakan instrument cluster digital berukuran 12,3 inci dan layar tengah vertikal 11,9 inci.
Sistem tersebut dipadukan dengan MBUX generasi keempat yang berjalan di atas platform MB.OS.
Menariknya, MBUX Virtual Assistant kini memanfaatkan pendekatan multi-agent dengan AI dari ChatGPT, Microsoft Bing, dan Google Gemini.
Sistem ini mampu mempertahankan konteks percakapan sehingga interaksi antara pengemudi dan mobil dibuat lebih natural.
Fungsinya juga tidak sebatas menjawab pertanyaan. Sistem dapat membantu memberikan informasi seperti harga saham, konversi mata uang, cuaca, hingga informasi lainnya.
Bahkan, ketika pengguna lupa judul lagu atau nama penyanyi, MBUX Virtual Assistant dapat membantu mencarinya berdasarkan informasi yang diberikan.
Dengan kata lain, Mercedes-Benz mulai menggeser peran sistem infotainment dari sekadar pusat hiburan menjadi asisten digital di dalam mobil.
Untuk sektor mesin, C-Class terbaru tetap menawarkan mesin bensin dan diesel dengan teknologi elektrifikasi, selain pilihan plug-in hybrid.
Seluruh powertrain dikembangkan dengan mempertimbangkan efisiensi dan regulasi emisi yang akan datang, termasuk Euro 7.
Salah satu mesin yang mendapat pengembangan adalah mesin bensin 2,0 liter M 254 EVO.
Mesin ini kini menggunakan electric auxiliary compressor yang bekerja dengan sistem kelistrikan 48 volt untuk membantu mengurangi turbo lag.
Untuk varian bensin, tersedia tiga pilihan output:
- C 300: 190 kW atau 258 hp, torsi 400 Nm
- C 250: 160 kW atau 218 hp, torsi 320 Nm
- C 200: 130 kW atau 177 hp, torsi 270 Nm
Seluruh mesin combustion engine juga dibekali Integrated Starter-Generator (ISG) generasi kedua yang mampu memberikan tambahan output hingga 17 kW dan torsi hingga 205 Nm.
Sistem 48 volt turut mendukung fungsi coasting dan recuperation untuk membantu efisiensi bahan bakar.
Mercedes-Benz juga mempertahankan teknologi rear-axle steering pada C-Class terbaru.
Sistem ini memungkinkan roda belakang berbelok hingga 2,5 derajat. Hasilnya, turning circle berkurang 43 cm menjadi 10,64 meter, sehingga mobil lebih mudah bermanuver di ruang terbatas.
Pada kecepatan di bawah 100 km per jam, roda belakang berbelok berlawanan arah dengan roda depan untuk meningkatkan kelincahan.
Sementara di atas 100 km per jam, roda belakang bergerak searah dengan roda depan guna meningkatkan stabilitas.
Sektor teknologi bantuan berkendara juga mendapat peningkatan.
C-Class terbaru dapat dilengkapi hingga 10 kamera, lima radar sensor, dan 12 sensor ultrasonik.
Seluruh sensor tersebut bekerja bersama unit kontrol yang menggunakan MB.OS.
Mercedes-Benz menawarkan sejumlah fitur dalam paket MB.DRIVE, termasuk bantuan menjaga jalur, mengatur jarak, melakukan pengereman, akselerasi, hingga lane change assistance.
Ada pula Manoeuvring Assist yang dapat mengerem kendaraan ketika mendeteksi potensi tabrakan saat mundur.
Sementara Parking Package dengan kamera 360 derajat membantu proses masuk dan keluar dari ruang parkir.
Yang tak kalah menarik adalah fitur digital bernama Reverse Function.
Dalam kondisi tertentu, kendaraan dapat bergerak mundur secara otomatis mengikuti sebagian jalur yang sebelumnya dilewati ketika mobil bergerak maju.
Meski membawa sederet teknologi baru, Mercedes-Benz belum mengungkap secara rinci spesifikasi C-Class terbaru untuk pasar Indonesia.
Mercedes-Benz menegaskan bahwa spesifikasi dan fitur dapat berbeda di setiap negara.
Karena itu, konfigurasi C-Class yang akan dipasarkan di Indonesia masih menunggu informasi resmi lebih lanjut.
Sebagai catatan, C-Class sendiri bukan model baru bagi Mercedes-Benz.
Sejak diperkenalkan pada 1982, model ini telah terjual lebih dari 12 juta unit secara global, menjadikannya salah satu model penting dalam sejarah Mercedes-Benz.







