Jutaan Mobil di China Kena Recall Gara-gara Gagang Pintu, Tesla Paling Banyak

Penulis - | Editor - Dicky Kurniawan

Selasa, 25 Agustus 2026 13:04:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jutaan Mobil di China Kena Recall Gara-gara Gagang Pintu, Tesla Paling Banyak

OTOMOTIFMEDIA.COM – Masalah yang terlihat sepele pada gagang pintu ternyata memicu salah satu penarikan kendaraan terbesar di China. 

 

Sejumlah produsen otomotif, termasuk Tesla, Geely, Leapmotor, Xiaomi, Xpeng, Chery, hingga Hongqi, mengajukan program recall setelah ditemukan masalah pada mekanisme pembuka pintu darurat di dalam kabin.

 

Penarikan tersebut berkaitan dengan desain gagang pintu mekanis darurat yang dinilai sulit dikenali dan dioperasikan karena memiliki warna serupa dengan trim interior kendaraan.

 

Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan penumpang membuka pintu dalam keadaan darurat, khususnya ketika sistem kelistrikan tegangan rendah kendaraan mengalami kegagalan.

 

Melansir laman Carnewschina, berdasarkan informasi yang dirilis State Administration for Market Regulation (SAMR) China, program recall tersebut mencakup jutaan kendaraan dari sejumlah produsen. 

 

Tesla menjadi merek dengan jumlah kendaraan terdampak terbesar.

 

Tesla melakukan recall terhadap 2.975.910 unit Model 3 dan Model X produksi China.

 

Selain itu, sebanyak 46.041 unit Model 3, Model X, dan Model S impor juga masuk dalam program penarikan.

 

Jika kedua kelompok tersebut digabungkan, jumlah kendaraan Tesla yang terdampak mencapai lebih dari 3 juta unit.

 

Selain Tesla, sejumlah merek lain juga harus melakukan recall dalam jumlah besar.

 

Berikut daftar kendaraan yang terdampak:

  • Zeekr: 92.658 unit 007 dan X.
  • FAW Hongqi: 4.035 unit EH7 dan Tiangong 08.
  • BAIC BluePark: 46.860 unit ArcFox Kaola.
  • Dongfeng: 53.452 unit Nammi 06, Aeolus L8, eπ 007, dan eπ 008.
  • Leapmotor: 371.200 unit C01 dan C11.
  • Chery: 64.488 unit iCaur 03 dan Chery Fulwin X3.
  • Xiaomi: 390.435 unit SU7 model tahun 2024.
  • Xpeng: 264.842 unit G6, P7+, dan X9.

Dengan demikian, total kendaraan yang tercantum dalam rencana recall tersebut mencapai lebih dari 4,3 juta unit, belum termasuk merek lain yang tidak tercantum dalam daftar tersebut.

 

Gagang Darurat Dinilai Sulit Ditemukan

 

Persoalan utama recall bukan karena pintu tidak dapat dibuka dalam kondisi normal. 

 

Masalah muncul ketika penumpang harus menggunakan mekanisme pelepasan pintu secara manual dalam situasi darurat.

 

Desain gagang mekanis yang menyatu atau memiliki warna mirip trim kabin membuat keberadaannya sulit dikenali.

 

Padahal, dalam kondisi kecelakaan atau ketika sistem kelistrikan kendaraan bermasalah, mekanisme manual tersebut dapat menjadi salah satu cara penumpang keluar dari kendaraan.

 

Sebagai solusi, produsen yang terdampak akan memberikan label peringatan tambahan secara gratis pada mekanisme pembuka pintu darurat.

 

Sejumlah model juga akan mendapatkan pembaruan perangkat lunak melalui Over-The-Air (OTA). 

 

Pembaruan tersebut menambahkan fungsi penurunan kaca jendela setelah terjadi kecelakaan.

 

China Mulai Perketat Aturan Gagang Pintu

 

Langkah recall massal ini tidak terlepas dari semakin ketatnya regulasi keselamatan kendaraan di China.

 

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China sebelumnya telah menerbitkan standar “Technical Requirements for Motor Vehicle Door Handle Safety” yang akan mulai berlaku pada Januari 2027.

 

Aturan tersebut mensyaratkan setiap pintu kendaraan memiliki gagang eksternal dengan fungsi pelepasan secara mekanis.

 

Untuk bagian interior, mekanisme pembuka pintu juga harus mudah diidentifikasi dan terlihat jelas, dengan posisi maksimal 300 mm dari tepi pintu.

 

Meski regulasi baru tersebut belum berlaku, pemerintah China mulai mendorong produsen melakukan perbaikan terhadap desain gagang pintu yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko dalam situasi darurat.

 

Berawal dari Sejumlah Kecelakaan

 

Isu mengenai mekanisme pembuka pintu darurat semakin mendapat perhatian setelah sejumlah kecelakaan yang melibatkan kendaraan modern.

 

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah kecelakaan Xiaomi SU7 yang menewaskan tiga mahasiswa. 

 

Dalam laporan yang menjadi perhatian publik, para korban disebut mengalami kesulitan menemukan mekanisme pelepasan pintu darurat yang tersembunyi di area penyimpanan pada panel pintu.

 

Kasus tersebut kemudian memperkuat kekhawatiran mengenai pentingnya desain mekanisme pembuka pintu darurat yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga dapat ditemukan dan digunakan dengan cepat dalam kondisi panik.

 

Menariknya, BYD tidak tercantum dalam rencana recall yang dirilis SAMR per 21 Agustus 2026, meski sebelumnya sejumlah laporan menyebut produsen tersebut bersama beberapa merek China lainnya dalam pembahasan mengenai isu gagang pintu.

Berita Terkait

Daihatsu Rocky Hybrid ACTIVe Jadi Magnet GIIAS 2026, Hybrid Irit Rp299 Jutaan Mobil Mogok atau Ban Bocor di Jalan? Ini Solusi Darurat yang Wajib Diketahui Pengendara Diukur Pakai Laser, Presisi di Balik Wrap Daihatsu Rocky GIIAS 2026 MG ZS Hybrid+ Jadi Senjata Baru MG di Indonesia, SUV Hybrid Dibanderol Rp299 Jutaan VinFast Resmi Jual Tiga Motor Listrik di Indonesia, Harga Mulai Rp17,5 Jutaan Honda BeAT Kini Punya Warna Baru, Tampil Lebih Premium dengan Harga Mulai Rp19 Jutaan AHM Resmi Luncurkan New Honda Vario Evo 160, Tenaga Naik dan Harga Mulai Rp28 Jutaan Mobil Diam Tapi Mesin Hidup, Boros BBM atau Mitos? Ini Faktanya
Berita ini 3 kali dibaca