OTOMOTIFMEDIA.COM - PT Pertamina Lubricants (PTPL) mengandalkan dua fasilitas utama di Plumpang, Jakarta Utara, yakni Lubricants Technology Center (LTC) dan Production Unit Jakarta (PUJ), untuk menjaga kualitas pelumas sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional.
Kombinasi pusat riset dan pabrik terintegrasi tersebut menjadi fondasi Pertamina Lubricants dalam mengembangkan formulasi pelumas sesuai kebutuhan mesin kendaraan dan industri.
Perusahaan yang merupakan anak usaha Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga ini juga mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar pelumas nasional di tengah persaingan dengan berbagai merek asing.
Produk pelumas Pertamina bahkan telah dipasarkan ke sejumlah kawasan, mulai dari Asia, Eropa, Timur Tengah hingga Afrika.
Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan dua mitra otomotif dunia, yakni Lamborghini Squadra Corse dan VR46 Racing Team, tim MotoGP milik Valentino Rossi.
Diresmikan pada 2023, Lubricants Technology Center (LTC) merupakan pusat riset dan inovasi pelumas serta bahan kimia khusus berstandar dunia yang diklaim pertama dan terbesar di Indonesia.
Fasilitas yang berlokasi di Plumpang ini memiliki luas mencapai 12.500 meter persegi.
LTC dikembangkan untuk mendukung riset, inovasi, dan pengembangan produk agar pelumas Pertamina mampu mengikuti perubahan teknologi mesin kendaraan maupun kebutuhan industri.
Target jangka panjangnya adalah menjadi pusat riset dan inovasi pelumas serta bahan kimia terkemuka di Asia.
Di dalam LTC terdapat tiga fasilitas utama yang saling terintegrasi, yaitu Laboratorium Riset dan Pengembangan Produk, Laboratorium Oil Clinic, serta Integrated Lubrication Management Academy (ILMA).
Laboratorium Riset dan Pengembangan Produk berperan dalam pemilihan teknologi aditif hingga penyusunan formulasi pelumas. Proses pengembangannya mencakup tahapan formulation, bench test, engine test, hingga troubleshooting.
Pengujian dilakukan mulai dari skala laboratorium sampai pengujian lapangan.
Tujuannya memastikan formulasi pelumas mampu memberikan perlindungan optimal sekaligus mendukung efisiensi mesin dalam berbagai kondisi operasional.
Sementara itu, Oil Clinic menjadi fasilitas pengujian dan pemantauan kondisi pelumas maupun bahan bakar. Layanan ini menggunakan instrumen pengujian yang mengacu pada standar ASTM atau ISO untuk menghasilkan data yang dapat diandalkan.
Melalui pemantauan kondisi oli secara berkala, Oil Clinic dapat membantu mendeteksi gejala awal gangguan mesin.
Perubahan karakteristik oli dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi komponen mesin, sehingga potensi kerusakan bisa diketahui lebih dini dan langkah perawatan dapat dilakukan sebelum masalah berkembang.
Oil Clinic menyediakan analisis dan pemantauan oli untuk mendukung predictive maintenance, dengan lebih dari 45 parameter pengujian untuk pelumas dan bahan bakar.
Laboratorium ini menangani lebih dari 20.000 sampel setiap tahun, dilengkapi pelaporan used oil berbasis web serta dukungan teknis bagi pelanggan.
Layanan tersebut sekaligus menjadi sarana memperoleh umpan balik dan data aktual dari konsumen.
Informasi itu dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah formulasi pelumas yang dipasarkan sudah sesuai dengan kebutuhan operasional pelanggan.
Fasilitas ketiga adalah Integrated Lubrication Management Academy (ILMA), akademi manajemen pelumasan terintegrasi yang dimiliki perusahaan pelumas di Indonesia.
ILMA menyediakan pelatihan dan pendampingan teknis bagi pelanggan melalui tenaga ahli berpengalaman dan bersertifikat.
Program yang diberikan mencakup bantuan teknis, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pelatihan internal, pemetaan kompetensi, hingga penanganan masalah pelumasan.
LTC juga didukung laboratorium yang telah mengantongi sertifikasi ISO 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari jaminan bahwa proses pengujian dan kalibrasi dilakukan melalui prosedur serta sistem manajemen mutu yang sesuai standar.
Jika LTC berperan dalam pengembangan formulasi, Production Unit Jakarta (PUJ) menjadi fasilitas yang menjalankan proses produksi dalam skala besar.
Berlokasi di Plumpang, Jakarta Utara, PUJ berdiri sejak 1957 dan menempati area lebih dari 12 hektare. Fasilitas ini disebut sebagai pabrik pelumas terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, dengan sejumlah unit produksi dalam satu kawasan.
PUJ memiliki Lube Oil Blending Plant (LOBP), Grease Plant, dan Viscosity Modifier Plant. Kapasitas produksi LOBP mencapai 270 juta liter per tahun, sedangkan fasilitas grease mampu menghasilkan hingga 8.000 metrik ton per tahun.
Adapun Viscosity Modifier Plant memiliki kapasitas produksi 14 juta liter per tahun. Produk yang dihasilkan merupakan aditif untuk membantu meningkatkan karakteristik dan performa pelumas.
Secara keseluruhan, kapasitas produksi pelumas Pertamina Lubricants di PUJ diklaim mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 67,5 juta mobil. Pasokannya tidak hanya ditujukan untuk pasar Indonesia, tetapi juga ekspor ke 17 negara.
Negara tujuan tersebut mencakup China, Korea, Jepang, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Thailand, Filipina, Australia, Yaman, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Tanzania, Afrika Selatan, dan Nigeria.
Besarnya kapasitas produksi PUJ didukung sejumlah teknologi blending untuk menjaga ketepatan formulasi dan konsistensi kualitas produk.
Salah satunya adalah In-Line Blending (ILB), teknologi pencampuran pelumas secara kontinu di dalam jalur pipa. Sistem ini memungkinkan produksi berbagai spesifikasi pelumas dalam volume besar.
PUJ juga menggunakan Simultaneous Metered Blending (SMB), mesin blending otomatis yang ditujukan untuk memproduksi pelumas khusus dengan kandungan logam rendah atau low metal content.
Untuk kebutuhan produksi dengan sistem batch, tersedia Automatic Batch Blender yang mampu melakukan pencampuran secara otomatis dengan kapasitas hingga 30 ton per batch.
Teknologi ini digunakan untuk memproduksi pelumas dengan permintaan lebih kecil atau spesifikasi tertentu.
Sementara itu, Automatic Piggable Manifold mengatur perpindahan produk dari tangki menuju mesin pengisian melalui jaringan pipa dan katup otomatis.
Sistem tersebut dilengkapi mekanisme pembersihan jalur untuk mendukung kelancaran proses produksi.
PUJ juga memiliki sejumlah sertifikasi internasional, antara lain ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan, serta ISO/IEC 17025:2017 untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.
Menjaga standar produk untuk pasar global
Pengembangan teknologi di LTC dan otomatisasi produksi di PUJ menjadi bagian dari upaya Pertamina Lubricants menjaga kualitas produk di tengah kebutuhan mesin yang terus berkembang.
Pelumas yang dihasilkan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mengikuti standar internasional.
Di antaranya standar American Petroleum Institute (API), termasuk API-SN untuk Passenger Car Motor Oil dan API-CJ untuk Commercial Diesel Oil.
Produk Pertamina Lubricants juga memperoleh pengakuan dari sejumlah produsen kendaraan atau Original Equipment Manufacturers (OEM), seperti Toyota, Daihatsu, dan Mercedes-Benz.







