OTOMOTIFMEDIA.COM - Jalur wisata yang ramai dikunjungi saat libur akhir tahun hingga bus angkutan umum menjadi perhatian Korlantas Polri menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Untuk mengantisipasi kemacetan dan risiko kecelakaan, kepolisian menyiapkan pemeriksaan kelaikan bus, pengecekan infrastruktur jalan, serta rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur menuju destinasi wisata.
Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun berlangsung aman dan lancar.
Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin mengatakan, Polri akan menggelar Operasi Zebra menjelang periode Nataru.
Salah satu agenda utamanya adalah ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan, terutama angkutan umum yang diperkirakan menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian.
“Pada saat pelaksanaan Operasi Zebra, kita (Korlantas Polri) akan melaksanakan kegiatan ramp check kendaraan-kendaraan karena nanti kendaraan angkutan umum ini menjadi salah satu sarana transportasi yang diminati masyarakat,” ujar Aries Syahbudin.
Pemeriksaan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan memenuhi persyaratan keselamatan sebelum digunakan menempuh perjalanan jarak jauh.
Langkah tersebut menjadi penting karena peningkatan mobilitas saat libur akhir tahun berpotensi menambah beban transportasi di berbagai daerah.
Selain memeriksa kendaraan, Korlantas Polri akan mengecek kesiapan infrastruktur dan lokasi wisata.
Perhatian khusus diberikan kepada destinasi yang ramai diperbincangkan atau viral, tetapi belum memiliki akses jalan dan fasilitas pendukung yang memadai.
“Korlantas di bawah komando dari Mabes Polri juga akan melaksanakan pemeriksaan atau pengecekan terhadap infrastruktur maupun kesiapan lokasi-lokasi wisata. Lokasi wisata ini banyak yang viral, tapi secara infrastruktur tidak memadai. Ini kita siapkan dari awal,” ucapnya.
Pengecekan sejak dini diharapkan membantu mengidentifikasi potensi hambatan sebelum lonjakan pengunjung terjadi.
Kondisi cuaca juga menjadi perhatian, terutama risiko banjir dan tanah longsor yang dapat mengganggu perjalanan hingga memutus akses menuju destinasi tertentu.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Korlantas menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow.
Penerapannya tidak hanya menjadi perhatian di jalan tol, tetapi juga di ruas arteri yang mengarah ke kawasan wisata.
“Data dari kami bahwa kegiatan rekayasa manajemen lalu lintas seperti one way, contraflow itu banyak malah terjadi di ruas-ruas arteri, terutama ruas-ruas arteri yang menuju lokasi wisata,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat kesiapan jalur non-tol turut menentukan kelancaran perjalanan masyarakat.
Pengendara yang menuju tempat wisata perlu memperhatikan informasi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.
Korlantas menegaskan bahwa persiapan pengamanan Nataru dilakukan melalui koordinasi sejak awal, dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.







