Alarm untuk Honda di China: Penjualan Turun 48 Persen, Pabrik Mulai Ditutup

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Sabtu, 16 Mei 2026 08:10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alarm untuk Honda di China: Penjualan Turun 48 Persen, Pabrik Mulai Ditutup

Otomotifmedia.com - Honda mulai melakukan penyesuaian besar terhadap operasinya di pasar China setelah penjualan terus mengalami tekanan sepanjang awal 2026.

 

Sejumlah model seperti Honda ZR-V, Honda Fit, hingga Honda Accord e:PHEV kini mulai masuk fase penghentian bertahap, pengurangan produksi, hingga sekadar menghabiskan stok dealer.

 

Melansir laman Carnewschina, langkah tersebut muncul di tengah penurunan penjualan Honda di China yang semakin tajam.

 

Pada April 2026, penjualan kendaraan Honda tercatat hanya 22.595 unit atau turun 48,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

Secara kumulatif, penjualan Januari–April 2026 mencapai 145.065 unit atau turun 28 persen secara year-on-year.

 

Tekanan terbesar datang dari ketatnya persaingan kendaraan elektrifikasi di China, terutama dari merek lokal yang semakin agresif di segmen EV dan hybrid.

 

Honda ZR-V yang pertama kali meluncur di China pada 2022 kini disebut mulai menghilang dari saluran promosi dealer. 

 

Sejumlah laporan media otomotif China menyebut model SUV kompak tersebut saat ini lebih banyak dijual untuk menghabiskan stok dengan diskon besar.

 

Harga ZR-V bahkan disebut turun drastis menjadi sekitar 84.800 yuan (Rp 220 juta) dari harga awal peluncurannya yang mencapai 210 ribu yuan (Rp 544 juta).

 

Nasib serupa juga dialami Honda Fit yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu hatchback populer di China.

 

Model tersebut dilaporkan telah memasuki fase penutupan pemesanan sejak awal 2026.

 

Sementara itu, model saudara kembarnya, Honda LIFE, juga mulai kehilangan jadwal produksi aktif dan kini hanya mengandalkan sisa stok di dealer.

 

Di segmen elektrifikasi, Honda Accord e:PHEV disebut mulai masuk fase clearance setelah program diskon besar sejak Februari 2026.

 

Sedan hybrid plug-in tersebut sempat dijual dengan harga promosi mulai 138.800 yuan untuk unit terbatas.

 

Tak hanya model ICE, SUV listrik Honda e:NS1 juga mulai kehilangan momentum di pasar akibat persaingan sengit dari merek EV domestik China.

 

Restrukturisasi ini turut berdampak pada fasilitas produksi. Pabrik Huangpu milik GAC Honda di Guangzhou yang memproduksi ZR-V, Fit, dan Integra dijadwalkan berhenti beroperasi pada Juni 2026.

 

Selain itu, pabrik Dongfeng Honda di Wuhan juga disebut akan ditutup pada 2027 sebagai bagian dari pengurangan kapasitas produksi kendaraan berbahan bakar konvensional di China.

 

Setelah restrukturisasi selesai, kapasitas produksi kendaraan ICE Honda di China diperkirakan turun dari sekitar 1,2 juta unit menjadi 720 ribu unit per tahun.

 

Penurunan performa Honda juga mencerminkan perubahan besar pasar otomotif China yang kini semakin dikuasai kendaraan elektrifikasi lokal dengan harga kompetitif dan teknologi yang berkembang cepat.

 

Bahkan bukan hanya Honda, merek Jepang lainnya seperti Toyota juga mulai menghadapi tekanan serupa di pasar China sepanjang 2026.

 

Situasi ini memperlihatkan bagaimana peta persaingan otomotif global mulai berubah, di mana dominasi merek Jepang perlahan mendapat tantangan serius dari produsen otomotif lokal China, khususnya di era kendaraan listrik dan hybrid.

 

Berita Terkait

Honda Vario 160 Taklukkan Sirkuit Mandalika, Komunitas Jakarta-Tangerang Rasakan Sensasi Track Day Honda BeAT Kini Punya Warna Baru, Tampil Lebih Premium dengan Harga Mulai Rp19 Jutaan Penjualan Tumbuh, GAC Indonesia Perkuat Jaringan Dealer untuk Layani 10.000 Pelanggan Honda Racing Indonesia Kuasai Seri Pembuka MFoS 2026, Rachel Cia Tuntaskan Debut Perdana Penjualan Daihatsu Naik 25 Persen, Market Share Tembus 17,4 Persen pada Mei 2026 Penjualan Mobil Nasional Melonjak, Astra Catat 182 Ribu Unit dalam Lima Bulan Honda Diguncang Konflik Internal, CEO Toshihiro Mibe Diminta Mundur Usai Kegagalan Strategi EV Penjualan Toyota di China Anjlok 25 Persen, Persaingan EV Lokal Makin Menggila
Berita ini 138 kali dibaca