Ekspor Toyota Tembus 3,37 Juta Unit, Indonesia Makin Kuat di Pasar Global

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Minggu, 18 Oktober 2026 13:01:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Toyota Tembus 3,37 Juta Unit, Indonesia Makin Kuat di Pasar Global

OTOMOTIFMEDIA.COM - Toyota Indonesia telah mengekspor 3.375.490 unit mobil utuh ke lebih dari 100 negara sejak 1987 hingga September 2026. 

 

Pencapaian tersebut mengantarkan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.

 

Penghargaan yang diserahkan Menteri Perdagangan Budi Santoso itu menjadi pengakuan atas kontribusi TMMIN dalam memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas untuk memperluas pasar ekspor kendaraan buatan Indonesia.

 

Bagi industri otomotif nasional, capaian Toyota tidak hanya berbicara tentang jumlah kendaraan yang dikirim ke luar negeri. 

 

Aktivitas ekspor ini juga melibatkan rantai pasok yang mencakup ratusan pemasok serta ratusan ribu tenaga kerja.

 

Saat ini, kegiatan produksi TMMIN melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan didukung 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3. 

 

Ekosistem tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kapasitas produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar internasional.

 

“Penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang TMMIN dalam mengembangkan kegiatan manufaktur dan ekspor dari Indonesia, yang didukung oleh berbagai pihak. Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.

 

Toyota Sumbang 60,3 Persen Ekspor Mobil Nasional

 

Kinerja ekspor Toyota masih menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga kuartal ketiga tahun ini, ekspor kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) bermerek Toyota mencapai 223.696 unit.

 

Angka tersebut setara dengan 60,3 persen dari total ekspor kendaraan utuh nasional yang mencapai 371.260 unit pada periode yang sama. 

 

Dibandingkan kuartal ketiga 2025, ekspor CBU Toyota tumbuh 2,5 persen.

 

Sejak memulai ekspor pada 1987, Toyota Indonesia telah mengirimkan kendaraan ke lebih dari 100 negara di Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.

 

Produk yang diekspor juga tidak terbatas pada mobil utuh. 

 

Toyota Indonesia memasok kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knocked-Down (CKD), komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, hingga dies dan jig untuk mendukung kebutuhan produksi di berbagai negara.

 

Perluasan pasar tersebut turut didukung pemanfaatan sejumlah perjanjian perdagangan bebas, di antaranya Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

 

Ekspor Mobil Hybrid dan Baterai Jadi Target Berikutnya

 

Di tengah transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi, Toyota juga berupaya meningkatkan peran Indonesia dalam produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi beserta komponen utamanya.

 

Hingga kuartal ketiga 2026, ekspor Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit. Jumlah tersebut meningkat 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Tak berhenti pada kendaraan utuh, TMMIN juga menyiapkan ekspor HEV battery pack assembly pada paruh kedua 2026. 

 

Langkah ini membuka peluang bagi manufaktur Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi.

 

“Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan elektrifikasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam produksi dan ekspor kendaraan dengan teknologi tersebut. Kami terus berupaya meningkatkan ekspor produk elektrifikasi, bukan hanya kendaraan utuh, tetapi juga komponen utamanya,” kata I Nyoman Winaya Adnyana, Wakil Presiden Direktur TMMIN.

 

Selain kendaraan dan komponen elektrifikasi, TMMIN juga akan mengirimkan komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual secara langsung ke Amerika Serikat pada paruh kedua 2026. 

 

Diversifikasi produk ekspor ini memperluas peluang industri manufaktur Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Berita Terkait

Toyota Hilux Rangga Disulap Jadi Mobil Layanan Imigrasi, Ini Ubahan DSP Styling Pasar Otomotif Menantang, Laba BRI Finance Justru Melonjak 91,2 Persen Toyota Gandeng Tujuh Atlet Asia, Muhammad Fadli Jadi Wakil Indonesia Pasar EV Jawa Tengah Tumbuh, LEPAS Buka Dealer di Semarang Indonesia Dorong Hilirisasi dan Ketahanan Industri, 1.694 Perusahaan Ramaikan Engineering Week Jutaan Mobil di China Kena Recall Gara-gara Gagang Pintu, Tesla Paling Banyak Toyota Tutup GIIAS 2026 dengan 6.175 SPK, Mobil Elektrifikasi Sumbang 56 Persen Indonesia Tak Mau Lagi Jadi Pemasok Bahan Baku, Industri Baterai Dibidik Naik Kelas
Berita ini 25 kali dibaca