OTOMOTIFMEDIA.COM - Kesenjangan antara keterampilan lulusan sekolah dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan pendidikan vokasi.
Untuk mendekatkan siswa SMK dengan dunia kerja, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, pada 29 Oktober 2026.
Mengusung tema ‘Sinergi Deep Learning Vokasi Bertalenta’, kegiatan perdana ini tidak hanya menjadi ajang pameran karya siswa.
Daihatsu menghadirkan ruang bagi pelajar untuk mempraktikkan keterampilan, mengenal standar kerja industri, hingga mencari informasi peluang pekerjaan melalui fasilitas job fair.
Pengunjung juga dapat melihat hasil karya siswa dari berbagai sekolah binaan Daihatsu di Indonesia.
Selain itu, tersedia demonstrasi praktik di bengkel dan DOJO, yakni fasilitas pelatihan untuk mengenalkan keterampilan serta budaya kerja manufaktur.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah peresmian DSSC (Daihatsu School Skill Center) di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom.
Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai pusat pembelajaran praktik otomotif yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Daihatsu bersama pemerintah juga meluncurkan program pengembangan DOJO dengan standar manufaktur Daihatsu.
Melalui fasilitas tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesempatan mencoba langsung proses dan keterampilan yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Direktur PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, mengatakan industri membutuhkan talenta muda yang memiliki keterampilan sekaligus sikap kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Karena itu, pembelajaran vokasi perlu didukung sarana praktik dan pengalaman yang memperkenalkan siswa pada budaya industri.
“Kami berharap, kontribusi Daihatsu dapat terus selaras dengan prioritas pendidikan nasional dalam mendukung Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), dan memperkuat sinergi SMK dengan industri, sehingga semakin banyak siswa memiliki bekal dan lebih siap untuk melangkah ke dunia kerja,” ujarnya.
Selain meresmikan fasilitas pembelajaran, Daihatsu menyerahkan 14 unit alat praktik berupa bodi dan mesin kendaraan kepada 14 SMK binaan program Pintar Bersama Daihatsu di berbagai wilayah Indonesia.
Bantuan tersebut ditujukan agar siswa dapat mempelajari komponen kendaraan dan memahami proses kerja otomotif secara langsung.
Daihatsu juga memperbarui komitmen kerja sama dengan SMK binaan sebagai bagian dari pengembangan pendidikan vokasi jangka panjang.
Program Pintar Bersama Daihatsu sendiri telah berjalan sejak 2010 melalui kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan mitra industri.
Kegiatannya meliputi peningkatan kompetensi guru dan siswa, penyediaan sarana praktik, pengembangan Teaching Factory melalui DSSC, serta fasilitas DOJO untuk mengenalkan keterampilan dan budaya kerja manufaktur.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 445 SMK di berbagai wilayah Indonesia dengan lebih dari 50 ribu penerima manfaat.
Cakupan ini menunjukkan upaya Daihatsu dalam memperluas akses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mendukung peningkatan kemampuan tenaga pengajar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar Pintar dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Daihatsu bertajuk Bersama Sahabat Membangun Negeri.
Program tersebut mencakup empat pilar, yakni Pintar, Sehat, Hijau, dan Sejahtera, yang diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.







