Pemerintah Siapkan Insentif Mobil Listrik dan Motor Listrik, Tinggal Tunggu Restu Presiden

Penulis - | Editor - Harryt Dagu

Kamis, 25 Juni 2026 11:13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Siapkan Insentif Mobil Listrik dan Motor Listrik, Tinggal Tunggu Restu Presiden

OTOMOTIFMEDIA – Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif baru untuk pembelian mobil listrik dan motor listrik sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi.

 

Stimulus ekonomi ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa insentif kendaraan listrik saat ini masih dalam tahap pembahasan dan perhitungan. 

 

Pemerintah menilai program tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, sekaligus mempercepat transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

 

Program ini menjadi salah satu opsi stimulus yang tengah dikaji pemerintah bersama sejumlah bantuan sosial lainnya, mulai dari bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan, hingga dukungan tambahan bagi kelompok masyarakat yang belum pernah menerima bantuan pemerintah.

 

"Sepanjang tahun ini kita sedang mempertimbangkan insentif untuk mobil listrik, motor listrik," kata Purbaya dalam Economic Update 2026.

 

Bagi industri otomotif, sinyal ini menjadi kabar positif di tengah upaya pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat investasi sektor otomotif berbasis energi baru. 

 

Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, berbagai merek otomotif global terus memperluas portofolio kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia.

 

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa seluruh skema insentif tersebut belum menjadi keputusan final. 

 

Pemerintah masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum kebijakan diumumkan secara resmi.

 

"Jadi stimulus dan perekonomian akan ada terus. Nanti akan kita lihat sesuai dengan kebutuhannya. Sebelumnya kita semua menunggu petunjuk dari Bapak Presiden," ujar Purbaya.

 

Ia menambahkan bahwa berbagai opsi yang telah dihitung pemerintah saat ini masih bersifat usulan dan membutuhkan persetujuan lebih lanjut.

 

Selain insentif kendaraan listrik, pemerintah sebelumnya telah menyepakati Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026 yang difokuskan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Salah satu program yang sudah disiapkan adalah diskon tiket transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru), termasuk insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor transportasi dan pariwisata.

 

“Diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara ini selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru,” ucap Airlangga.

 

Untuk periode libur sekolah, pemerintah menyiapkan anggaran Rp190 miliar bagi sekitar 3,07 juta penerima manfaat. 

 

Sementara pada periode Nataru, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp161,4 miliar dengan target 2,87 juta penerima manfaat.

 

Adapun insentif PPN DTP tiket pesawat mencapai Rp472,7 miliar saat libur sekolah dan Rp722 miliar pada periode Nataru.

Berita Terkait

Motor ALVA Hilang Bersama Ponsel Pemiliknya, Fitur Anti Theft Ini Jadi Penyelamat Mobil Diam Tapi Mesin Hidup, Boros BBM atau Mitos? Ini Faktanya Mobil Bekas Jadi Primadona, Pembiayaan BRI Finance Tumbuh Hampir 78 Persen Mobil Turbo Butuh Perawatan Khusus? Ini Fakta yang Wajib Diketahui Mobil Bekas Makin Diburu, OLXmobbi Perluas Jaringan hingga Kalimantan Mobil Listrik Makin Dilirik, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13 Kali Lipat Mobil Bekas Makin Diburu, Pembiayaan BRI Finance Melonjak 169 Persen Mobil Manual Sering Engine Brake, Waspadai Risiko pada Mesin dan Transmisi
Berita ini 16 kali dibaca