Tanda-Tanda Busi Minta Ganti? Waspada 4 Gejala Ini Diungkap Oleh Denso

Penulis - | Editor - Abdul

Sabtu, 11 Januari 2025 11:23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanda-Tanda Busi Minta Ganti? Waspada 4 Gejala Ini Diungkap Oleh Denso

Otomotifmedia.com - Mesin mobil mulai rewel, sebaiknya jangan diabaikan. Bisa jadi itu gejala busi bermasalah. Ada empat tanda-tanda busi harus diganti.

Seperti diungkap oleh Ivana Stella, selaku Product Manager PT Denso Sales Indonesia (DSIA). Pihaknya memberi perhatian khusus soal pentingnya performa busi yang optimal.

“Untuk menjaga kinerja mesin pada level tertinggi, ada 4 tanda-tanda busi perlu diganti,” ungkap Ivana.

Ok langsung saja, gejala busi harus diganti. pertama kinerja mesin terasa melorot.

Indikasinya, mesin sulit atau tidak langsung menyala saat dihidupkan. Lantaran busi tak bisa menjalankan fungsinya saat starter mobil, atau percikan api busi sebagai pemicu mulai lemah. 

Buntutnya, timbul getaran yang berlebihan dalam keadaan diam dan gas terasa berat saat diinjak.

Kedua, boros konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak), lantaran performa busi yang sudah mulai aus. 

“Sehingga mengakibatkan peningkatan konsumsi BBM dan mengurangi efisiensi kendaraan,” lanjut Ivana.

Gejala ketiga, warna asap knalpot tidak normal. Yakni berwarna hitam atau abu-abu gelap dapat mengindikasi pembakaran tidak sempurna, akibat busi yang tidak berfungsi dengan baik. 

Performa busi dapat dilihat dari perubahan warnanya. Jika busi berwarna gelap, ini menunjukkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dalam ruang bakar.

Alhasil mengakibatkan asap mobil berwarna hitam. Sebaliknya, warna busi yang kemerahan atau kekuningan menunjukkan bahwa mesin sering mengalami pemanasan berlebihan.

Lanjut, gejala keempat kinerja mesin “mbrebet”. Ketika kecepatan mesin berubah, RPM akan naik, yang berarti mesin harus bekerja lebih cepat dan busi juga harus berfungsi lebih cepat. 

Jika performa busi tidak memadai, proses pembakaran bisa terganggu dan menjadi tidak sempurna saat mesin berakselerasi.

Hal ini mempengaruhi respons akselerasi jadi tersendat-sendat, atau dikenal dengan istilah mbrebet. Pertanda busi perlu diganti, jangan tunggu mesin mogok.

Seperti diketahui, Denso merupakan salah satu perusahaan penjualan suku cadang aftermarket otomotif terbesar di Indonesia, yang juga memasarkan beragam produk busi unggulan.

“Kami menawarkan solusi untuk kebutuhan pengapian kendaraan yang lebih unggul, salah satunya dengan menggunakan Busi Iridium Denso,” beber Ivana, seraya merinci.

Pertama, busi iridium Denso membuat pembakaran lebih sempurna. Sebab Denso satu-satunya produsen yang menghasilkan elektroda pusat dengan ketebalan hanya 0,4 mm.

Dimana busi biasa hanya 2,5 mm. “Semakin tipis elektroda, maka pembakaran semakin sempurna,” katanya menambahkan.

Masih menurutnya, keunggulan kedua dari busi iridium Denso adalah pengapian lebih baik. Lantaran memiliki desain U-Groove yang mampu menghasilkan bola pijar lebih besar.

Ketiga, Ivana melanjutkan. “Desain yang canggih memungkinkan pembakaran bahan bakar lebih efisien, meningkatkan efisiensi kendaraan dan mengurangi emisi,” sebutnya lagi.

Keunggulan keempat. Soal ketahanan busi iridium Denso terhadap karbonisasi. 

“Busi iridium Denso mampu mengatasi karbonisasi dengan baik, memastikan kinerja optimal mesin untuk jangka waktu yang lebih lama,” terang Ivana.

Adapun ragam pilihan busi iridium Denso, terbagi atas 3 line up produk. Hal ini dijabarkan oleh Assistant General Manager DSIA, Reinard Winardi.

Yaitu pertama busi Denso Iridium Power, berbahan material Iridium untuk akselerasi dan pengapian lebih baik dibanding busi nikel. 

Rekomendasi penggantian busi Iridium Power pada mobil dan motor, umumnya di jarak tempuh 20 ribu sampai 50 ribu km. Tergantung gaya berkendara serta kondisi traffic lalu lintas. 

Produk kedua adalah busi Iridium TT, yang di desain double needle. Rekomendasi penggantian busi mobil dan motor, sampai 100 ribu km.

Selanjutnya produk ketiga, busi Denso Iridium OE. Diklaim punya masa pakai dan jarak tempuh tertangguh sesuai kualitas bawaan pabrik. 

“Rekomendasi penggantian busi Denso Iridium OE untuk mobil dan motor, sampai 100 ribu km. Tergantung gaya berkendara,” urai Reinard merinci.

Ia melanjutkan penggunaan busi Iridium Denso mampu memberikan solusi pengapian yang lebih baik, serta menghadirkan performa luar biasa, efisiensi bahan bakar, dan daya tahan lebih unggul. 

“Denso akan tetap berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman berkendara pengguna. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia,” tegas Reinard.

Editor: Abdul

Berita Terkait

Ini Status Perizinan Taksi Green SM yang Terlibat Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi Waspada Lelah dan Mengantuk, 5 Tips Mengendarai Motor Aman Saat Berpuasa Ini Dia Dua Mobil Modifikasi Terbaik di Osaka Auto Messe 2026 Waspada Cuaca Ekstrem dan Rawan Banjir di Indonesia, Ini Tips Penting Bagi Pemilik Kendaraan 4 Langkah Penting Mencegah Penipuan Membeli Mobil Bekas, Jangan Sampai Jadi Korban Ini Daftar Juara CustoMAXI Yamaha 2025, Logo Emas Yamaha XMAX Bikin Heboh Waspada Mogok di Jalan, Ketahui 6 Tanda Busi Motor Mulai Lemah Ini Dia Para Jawara Putaran Akhir Yamaha Youth Community 2025 yang Digelar di Jakarta
Berita ini 223 kali dibaca