Otomotifmedia.com - Jaecoo mulai menyoroti isu efisiensi biaya operasional sebagai salah satu faktor utama dalam memilih kendaraan modern.
Lewat teknologi Super Hybrid System (SHS), pabrikan asal Tiongkok tersebut mengklaim mampu menghadirkan biaya penggunaan kendaraan mulai Rp5 jutaan per tahun dengan potensi penghematan hingga Rp16 juta dibanding SUV konvensional di kelas sejenis.
Teknologi tersebut kini disematkan pada Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin untuk mendukung mobilitas harian hingga perjalanan jarak jauh.
Perhitungan biaya energi tahunan dilakukan berdasarkan simulasi penggunaan mode EV untuk aktivitas harian pada hari kerja, serta mode hybrid berbahan bakar bensin untuk perjalanan akhir pekan.
Simulasi tersebut menggunakan asumsi harga bensin RON 92 sebesar Rp12.300 per liter dan tarif listrik Rp1.699 per kWh.
Hasilnya, Jaecoo J7 SHS-P mencatat estimasi biaya energi sekitar Rp5,8 juta per tahun.
SUV hybrid ini didukung efisiensi motor listrik sebesar 5,46 km/kWh dan konsumsi bahan bakar hingga 35 km/liter, dengan jarak tempuh gabungan mencapai 1.377 kilometer dalam satu kali pengisian penuh baterai dan bahan bakar.
Sementara itu, Jaecoo J8 SHS-P ARDIS menawarkan estimasi biaya energi tahunan di kisaran Rp7 jutaan dengan potensi penghematan hingga Rp15 juta per tahun dibanding SUV konvensional di kelas yang sama.
Model ini mengusung efisiensi motor listrik 5,22 km/kWh dan konsumsi bahan bakar 23,7 km/liter.
Menariknya, J8 SHS-P ARDIS juga sebelumnya mencatat rekor MURI dengan kemampuan menempuh jarak hingga 1.660 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
“Melalui teknologi SHS, kedua model ini menawarkan biaya penggunaan yang lebih efisien dengan fleksibilitas berkendara hybrid,” kata Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma dalam keterangan resminya.
Secara teknis, teknologi SHS yang digunakan kedua model tersebut merupakan hybrid generasi kelima dengan efisiensi termal mencapai 44,5 persen.
Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan kerja mesin konvensional dan elektrifikasi secara bersamaan dalam berbagai kondisi berkendara.
Jaecoo J7 SHS-P menggunakan mesin 1.5T yang dipadukan transmisi 1-speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT), sedangkan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS mengusung mesin 1.5 TGDI dengan transmisi 3-speed DHT untuk menghadirkan karakter performa yang lebih responsif.
Kapabilitas teknologi hybrid tersebut juga telah diuji melalui partisipasi dalam ajang Indonesia Rally Raid Adventure 2025 dan event lari lintas alam internasional Rinjani100.
Untuk mendukung layanan kepada konsumen, Jaecoo saat ini telah memiliki 35 dealer di Indonesia dan menargetkan ekspansi hingga 80 dealer sampai akhir 2026.







